Beranda Headline

Pasar UMKM Mulai Anjlok, Jokowi akan Atur Pola Jualan di Media Sosial

0
Kondisi Pasar Tanah Abang Jakarta yang mulai sepi pengunjung, akibat dari transaksi niaga melalui online-f/istimewa-beritasatu.com

JAKARTA (HAKA) – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (MenKop UKM) Teten Masduki mengungkap penyebab sepinya aktivitas perniagaan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Pasar Tanah Abang sepi pembeli akibat tren perubahan pola belanja offline ke online. Di sisi lain, saat ini e-commerce telah dikuasai produk asing,” ujarnya.

Sementara itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengungkapkan, bahwa ada fenomena pedagang di Pasar Tanah Abang satu per satu gulung tikar.

Para pedagang tekstil tersebut mengalami nasib serupa dengan banyak pedagang tekstil di pasar-pasar tradisional di Indonesia. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan.

“Fakta yang IKAPPI temui ada penurunan omzet 60 persen, secara keseluruhan pasar-pasar tekstil dan untuk pasar tematik seperti Tanah Abang mengalami penurunan hingga 75 persen,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah melakukan upaya serius menjaga eksistensi pasar tradisional yang mengutamakan tawar-menawar, silaturahmi tetap terjaga, walaupun di online shop.

Menanggapi hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan aturan untuk mengendalikan niaga elektronik atau e-commerce, berbasis media sosial akan segera disiapkan oleh kementerian terkait.

Jokowi menyebut jual beli secara online di media sosial mulai berdampak kepada anjloknya pendapatan pedagang di pasar.

“Ini baru disiapkan, itu kan lintas kementerian dan ini memang baru difinalisasi di Kementerian Perdagangan,” ujar Jokowi, Sabtu (23/9/2023) seperti dilansir dari detik.com.

Jokowi mengatakan jualan secara online menggunakan medsos ini harus segera diatur, karena dapat berdampak kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia serta aktivitas perekonomian di pasar.

“Karena kita tahu itu berefek pada UMKM, kepada produksi di usaha kecil, usaha mikro, dan juga pada pasar. Ada beberapa pasar mulai anjlok menurun karena serbuan ini,” lanjutnya.

Baca juga:  Sampai Juni Ada 275 Kejadian Bencana di Kepri, Paling Banyak di Tanjungpinang

Jokowi menyebut bahwa regulasi yang sedang dirancang tersebut, akan mengatur antara media sosial dan platform perdagangan atau ekonomi.

“Mestinya dia itu sosial media bukan ekonomi media, itu yang baru akan diselesaikan untuk segera diatur,” pungkasnya. (fik/dtk)

example banner

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini