Angka Bebas Jentik Hanya 20 Persen, Kepri Rawan Terserang DBD

example banner

Share this:

Kadiskes Kepri Tjejep Yudiana-f/zulfikar-hariankepri

TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat, angka bebas jentik (ABJ) di seluruh wilayah Provinsi Kepri hanya berkisar 20 persen. Demikian ditegaskan Kepala Dinkes Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana.

Loading...

Ia mengatakan, kondisi tersebut menunjukan sekitar 80 persen jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini tersebar diseluruh wilayah Provinsi Kepri.

“Terutama di sekitar permukiman warga,” katanya, kemarin.

Rendahnya ABJ di Provinsi Kepri kata dia, mengindikasikan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan rumah masing-masing.

Akibat ABJ yang rendah tersebut, angka kasus DBD di Provinsi Kepri hingga September 2019 ini angkanya sekitar 1000 kasus. Angka tersebut, bila dibandingkan pada 2018 di periode yang sama meningkat sebanyak 300 kasus.

Ia pun mengimbau, kepada masyarakat untuk lebih giat lagi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mengingat saat ini di wilayah Provinsi Kepri sudah memasuki musim penghujan.

“Tempat penampungan air seperti kaleng bekas, botol yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti untuk segera dibersihkan. Karena dalam seminggu saja kalau dibiarkan, satu wadah tersebut bisa menampung ratusan hingga ribuan nyamuk,”imbaunya.(kar)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan