Beranda Headline

Banyak Diprotes, Satlantas Ungkap Alasan Pengalihan Arus di Simpang Kota Piring

0
Kasat Lantas Polres Tanjungpinang AKP Teuku Fazrial Kenedy-f/istimewa

TANJUNGPINANG (HAKA) – Arus lalu lintas di persimpangan lampu merah, Melayu Kota Piring, Batu 7, dialihkan menjadi satu arah sejak beberapa pekan terakhir. Hal itu diutarakan Kasat Lantas Polres Tanjungpinang, AKP Teuku Fazrial Kenedy.

“Alasan Satlantas Polres Tanjungpinang menerapkan pengalihan itu, untuk membatasi mobilitas masyarakat, serta mengurai kemacetan di simpang lima tersebut, khususnya pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 saat ini,” terangnya kepada hariankepri.com, Rabu (4/8/2021).

Pasalnya, wilayah tersebut terindikasi masih berstatus zona merah Covid-19. Untuk, itu pihaknya meminta masyarakat Kota Tanjungpinang, agar bersabar serta memaklumi situasi pandemi saat ini.

Pihaknya kata Kenedy, akan membuka kembali jalur itu, setelah penerapan PPKM Level 4, pada 9 Agustus 2021 nanti.

“Selesai PPKM Level 4 ini, pasti dibuka kembali jalur simpangan lampu merah seperti semula,” pungkasnya.

Penerapan pengalihan arus lalu lintas di tempat itu, mendapat protes dari Masyarakat Kota Tanjungpinang. Khususnya, bagi mereka yang tinggal di sepanjang Jalan Kota Piring, Tanjungpinang Timur.

“Kami pun tak tau apa maksudnya tutup arus di situ. Kami yang tinggal di Kota Piring ini harus muter jauh,” ungkap Syafri warga Melayu Kota Piring.

Ia mengatakan, untuk pulang kerja dirinya tidak terlalu terganggu, karena dari arah batu 5 bisa langsung ke Kota Piring. Yang jadi persoalan ketika berangkat kerja.

“Saya harus masuk ke Bintan Center dulu, ke Batu 9, baru ke arah Batu 5 lagi. Makan waktu,” keluhnya.

Hal senada disampaikan warga Kota Piring lainnya, Verawati. Menurutnya, kebijakan penutupan ini juga secara tidak langsung memancing pengendara melanggar lalu lintas.

“Berapa hari lalu saya hampir tabrakan dengan pengendara yang dari arah Kota Piring. Dia lawan arus mau ke arah batu 6, tapi melintas di jalan DI Pandjaitan di lajur yang keliru,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah, agar mengevaluasi kembali penutupan jalan itu.

“PPKM ini kan penyekatan di perbatasan. Kok dalam kota pun dialihkan,” singkatnya. (rul/zul)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here