example banner

Memastikan Produksi Pertanian, Nurdin Cek Kondisi Tanggul

Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat berbincang dengan warga Kundur Utara

KARIMUN (HAKA) – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan bahwa, pangan adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat yang harus terpenuhi dan tetap terjaga keberadaannya. Kondisi geografis Kepulauan Riau yang sebagian besar adalah laut tidak menjadi sebuah halangan untuk berinovasi membangun kawasan pertanian.

“Harus cepat dieksekusi, jika terbengkalai maka produksi pertanian bisa terhambat. Kita tidak ingin stok pangan bagi masyarakat menjadi tidak stabil,” ujar Nurdin kepada Kepala Dinas PU Provinsi Kepri saat Meninjau Tanggul Air di Kawasan Pertanian Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara di sela-sela Kunjungan Kerjanya di Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, akhir pekan lalu.

Disela-sela kunjungannya ke kawasan pertanian tersebut, sejumlah petani mengeluhkan bahwa keadaan tanggul penahan air laut mengalami kerusakan. Tidak tinggal diam, Nurdin langsung melakukan peninjauan ke area tanggul dengan menggunakan sepeda motor menelusuri jalan kecil sejauh kurang lebih 2 km dari kawasan pertanian untuk tiba dilokasi, bahkan sampai harus berjalan kaki dikarenakan medan jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Dalam peninjauannya tersebut ternyata ditemukan tidak hanya satu tapi beberapa titik tanggul yang mengalami kerusakan, bahkan ada di salah satu titik yang mana pintu penahan airnya ternyata dicuri oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Sangat disayangkan sekali, karna jika air laut pasang lalu naik ke kawasan pertanian ini maka penanaman berbagai kebutuhan pokok tidak dapat berjalan maksimal,” lanjut Nurdin.

Apalagi di dekat kawasan tanggul sendiri masih ada sekitar 100 Ha lahan yang siap digarap menjadi kawasan pertanian baru, keberadaan Tanggul Penahan air laut tersebut sangat dibutuhkan mengingat kawasan pertanian berdekatan langsung ke laut.

“Ini yang harus kita cari solusi segera, saya akan menginstruksikan Kadis PU untuk menyelesaikan persoalan ini,” tambah Nurdin. (red)

Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan