Beranda Liputan Khusus Features

12 Tahun Jaga Toilet Pasar Bincen, Antar Sutikno Berangkat Haji ke Mekkah

0
Sabtu (20/7/2019), Sutikno, penjaga Toilet Pasar Bintan Centre (Bincen) Tanjungpinang yang akan naik haji tahun 2019 ini-f/masrun-hariankepri.com.

TANJUNGPINANG (HAKA) – Menabung selama 16 tahun dari hasil upah menjaga toilet Pasar Tradisional Bintan Centre (Bincen), Kota Tanjungpinang, mengantarkan Sutikno hingga ke tanah suci Mekkah.

Niat pria berusia 57 tahun ini terwujud, setelah ia dipastikan akan berangkat bersama 348 calon jemaah haji asal Tanjungpinang pada 1 Agustus 2019.

Sutikno melakoni pekerjaan menjaga toilet ini sejak tahun 2007 silam hinggga saat ini.

Sutikno dan istri bernama, Ilmyah (54) bersama 3 anaknya yakni, Erna Wulandari, Muhammad Isam Safaat dan Hidayat Nurwahid tinggal di Kampung Sidomulyo, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang.

Sedangkan 3 anaknya yang lain, Budi Nurarif, Ria Dwi Kurniawati, dan Nadarianti telah menikah dan memiliki rumah masing-masing.

Saat dijumpai hariankepri.com, Sabtu (12/7/2019), Sutikno yang sedang duduk di kursi plastik menceritakan, perjuangannya hingga menjadi Jamaah Calon Haji (JCH) tahun ini.

Sutikno sejak umur 3 tahun, telah memiliki cita-cita besar untuk melaksanakan ibadah haji sebagai bekal di akhirat kelak.

Muncul spritual ibadah haji itu, saat dirinya mulai memahami rukun iman serta rukun Islam di salah satu pondok pesantren, Madiun, Jawa Timur.

Singkatnya, Sutikno dan keluarganya hijrah ke Kota Tanjungpinang pada tahun 2000 silam. Ia pun mulai menyisikan Rp 50-80 ribu per hari, dari hasil jasa pelayanan toilet tersebut, untuk dana berangkat haji maupun biaya kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sutikno mengatakan, setiap orang yang masuk toilet dikenakan Rp 2 ribu. Dalam sehari pengelola Pasar Bincen mendapatkan ratusan ribu rupiah dari biaya penggunaan toilet.

“Saya dapat persen (bagian) dari pengelola Pasar Bincen. Ya, biar dikit yang penting dari hasil keringat sendiri. Cukuplah untuk menghidupi keluarga,” tuturnya sembil melayani orang-orang yang masuk toilet.

Pada tahun 2012 lalu, Sutikno mendaftar program haji di Bank Muamalat Tanjungpinang dengan uang awal Rp 7 juta.

Namun, uang pendaftaran itu ternyata masih kurang. Sehingga, pihak bank mengambil kebijaksanaan, dengan menambah uang kekurangan Sutikno sekitar Rp 46,8 juta. Dengan catatan, Sutikno harus membayar Rp 1,3 juta per bulan selama tiga tahun.

“Saya setuju permintaan bank demi cita-cita saya naik haji. Saya tambah cicilannya, sehingga menjadi Rp 1,5 juta setiap bulannya. Alhamdulillah lunas,” ucap bapak 6 anak ini sambil tersenyum.

Seusai mendaftar, dirinya mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke Mekkah pada tahun 2020 mendatang. Ternyata, doa dan usaha Sutikno dikabulkan oleh Allah SWT yakni, tahun keberangkatannya dimajukan dari tahun 2020 menjadi tahun 2019 ini.

“Setiap saat, saya salat meminta terus kepada Allah SWT supaya bisa naik haji. Ini tujuan untuk akhirat yang kekal abadi. Di dunia ini hanya tempat singgah, dan umur kita terbatas,” hembusnya.

Sutikno juga bersyukur, segala urusan administrasi hajinya berjalan lancar tanpa kendala apapun.

Kata Sutikno, jika dirinya berangkat ibadah haji nanti, istrinya yang akan meneruskan atau menggantikan sementara menjaga toilet di Pasar Tradisional Bincen.

“Saya berangkat haji sendiri. Istri sudah menunaikan haji pada tahun 1995 silam,” ucap Sutikno diakhir wawancara. (rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here