Beranda Opini

Menanamkan Mental Health AUD Melalui Kreativitas Guru di Pandemi Covid-19

0

Rifka Toyba Humaida, S.Pd-f/istimewa

Oleh :
Rifka Toyba Humaida, S.Pd
Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Jurusan PIAUD

Pada masa pendemi Coronavirus Disease (Covid-19) kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring.

Hal ini dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang mengimbau masyarakat terutama di wilayah terdampak untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah, sebagai upaya membatasi interaksi (social distancing) demi mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga telah mengimbau para pendidik, untuk dapat menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dari rumah bagi peserta didik, meminta agar aktivitas pembelajaran di saat Covid-19 tetap berjalan dengan memanfaatkan teknologi.

Kemendikbud terus melakukan koordinasi dan mendorong para penyedia teknologi, dan penyedia konten pendidikan untuk bekerjasama mendukung pembelajaran dalam jaringan (daring).

Sebelum Covid-19 biasanya pendidik yang membimbing anak dalam kegiatan pembelajaran tatap muka. Akan tetapi di masa pandemi Covid-19 ini pendidik tidak patah semangat.

Mereka tetap membimbing anak dan melakukan penilaian perkembangan setiap anak, meskipun pembelajaran tatap muka tidak berlangsung.

Bagaimana melakukan bimbingan dan melakukan penilaian terhadap perkembangan anak ?

Dengan adanya imbauan belajar daring ini, membuat para pendidik dapat beradaptasi, dengan kegiatan pembelajaran yang biasanya dilakukan kegiatan di sekolah.

Tetapi sekarang harus dilakukan melalui pembelajaraan daring yang mengunakan tekhnologi yang dapat berinteraksi dengan peserta didik.

Dalam kegiatan pembelajaran, mental health anak juga harus diperhatikan. Karena, dalam proses secara online terkadang membuat anak-anak cepat bosan dan lelah, maka dari itu pembelajaran juga harus diperlihatkan beberpa video yang diberikan oleh guru sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan.

Peserta didik terutama AUD, hanya memiliki waktu konsentrasi beberapa jam saja, jadi dalam pembelajaran daring di PAUD, pendidik harus benar-benar memperhatikan pembelajaran anak agar dapat menarik minat anak dalam mengerjakannya.

Misalnya tanpa paksaan dari orang tua atau orang tua yang mengejarkan tugas peserta didik dirumah.

Saat ini teknologi telah banyak membantu dunia pendidikan, jika dipergunakan dengan tepat dan sesuai porsi kebutuhannya masing-masing, maka teknologi mampu dipergunakan sebagai media penyampaian pesan pembelajaraan yang dipergunakan dalam pembelajaran anak.

Pada kondisi seperti itu pendidik diminta untuk mampu mengendalikan keahlian teknologi informasi sebagai media penyajian pesan selama pembelajaraan, sehingga pendidik beserta peserta didik mampu mengikuti informasi sesuai dengan zamannya.

Perkembangan mental health anak sudah mulai ditanamkan, di usia dini dengan cara selalu memberi suport kepada anak, membuatnya merasa nyaman, dan tidak menekankan kegiatan yang mampu mangacau psikologi anak usai dini.

Selain itu, komuniasi yang cukup sangat membantu orang tua dan guru dalam menerapkan kegiatan pembelajaran dirumah secara maksimal dan tetap membuat anak merasa nyaman.***

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here