Pelajar Plus-plus Berkeliaran di Ibu Kota Kepri

example banner

Foto ilustrasi transaksi seks komersil

BINTAN (HAKA) – Sejumlah oknum pelajar putri setingkat SMP dan SMA di Tanjungpinang, ternyata berprofesi ganda sebagai pekerja seksual alias pelajar plus-plus. Pelajar plus-plus ini tak hanya dijual oleh germo yang terorganisir. Rekan-rekan sebayanya juga ikut menjual mereka.

example banner

Germo tersebut tak hanya menjual pelajar plus-plus, akan tetapi anak-anak seusia pelajar lainnya yang sudah putus sekolah. Sebuah rumah di sebuah kampung di Ibu Kota Kepri ini digunakan sebagai markasnya. Dan, dibungkus dengan sangat rapi untuk menghindari kecurigaan dari siapapun.

Meski dibungkus rapi tapi aktivitas mereka yang dilakukan di sebuah kampung di Tanjungpinang, terendus warga yang resah dan curiga. Warga pun melaporkan aktivitas mencurigakan pelajar plus-plus itu ke polisi, Sabtu (7/1). Komisi Perlindungan Anak Ibu (KPAI) Kepri juga ikut menerima laporan.

Faisal, Komisioner KPAI Kepri, membenarkan anak-anak usia sekolah di kampung tersebut telah dieksploitasi. Tapi, Faisal anggapan anak-anak tersebut menjadi korban pemerkosaan. Karena pemerkosaan adalah perbuatan yang dilakukan dengan paksaan.

“Mereka diminta menemani tamu sejam atau dua jam. Anak-anak ini dipegang-pegang dan ini sudah kategori pencabulan,” katanya.

Sejauh ini baru dua orangtua korban yang melaporkan kejadian tersebut. Namun ia memperkirakan masih banyak kelompok lain di kampung tersebut yang menjual anak-anak di bawah umur. (dee)

author

Author: 

Tinggalkan Balasan