Misteri Sang Penyuap Nurdin, Siapa Aktor di Belakang Abu Bakar?

example banner

Nurdin Basirun/f-istimewa

TANJUNGPINANG (HAKA) – Tragedi suap dan gratifikasi yang menerpa Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun, tidak terlepas dari peran beberapa pejabat di lingkarannya, termasuk pihak swasta.

Bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (10/7/2010) di Pelabuhan Sribintan Pura, hingga pejemputan Nurdin di Gedung Daerah, adalah tahapan cepat KPK menangkap para aktor yang terlibat suap menyuap di Kepri.

example banner

Enam dari tujuh yang diamankan KPK, berstatus Gubernur, Kepala Dinas, Kepala Bidang dan Staf di lingkungan Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kepri.

Nah, orang ke tujuh bernama Abu Bakar yang menarik perhatian. Semula, dia divonis merupakan Kadis PUPR Pemprov Kepri.

Pasalnya, dalam manifest keberangkatan, muncul nama tersebut, tapi tidak diketahui wajah dan perawakannya. Media di Kepri pun ramai-ramai memberitakan, bahwa Abu Bakar Kadis PUPR Kepri ikut terjaring OTT KPK.

Nahasnya, Abu Bakar Kadis PUPR Kepri yang dikenal sangat dekat dengan Nurdin itu, juga tidak memunculkan diri untuk mengklarifikasi, bahwa dirinya tidak terciduk OTT KPK.

Alhasil, sejak Rabu (10/7/2019) malam hingga Kamis (11/7/2010), masyarakat Kepri hanya tahu, bahwa 6 orang yang diangkut KPK ke Jakarta, semuanya orang pemprov. Tak ada pihak swasta.

Hingga akhirnya, KPK pun merilis, bahwa ada 7 orang yang diamankan dari Kepri, sebagai bagian dari OTT suap izin reklamasi.

Dua nama yang membuat kaget adalah, Kadis Lingkungan Hidup, Nilwan dan Abu Bakar dari pihak swasta. Keduanya positif terjerat, kendati yang berstatus tersangka hanya Abu Bakar.

Publik Kepri pun mengalihkan perhatian ke Abu Bakar. Siapa Abu Bakar?. Di hampir semua kedai-kedai kopi, hingga linimasa di dunia maya mulai kasak kusuk, mencari latar belakang Abu Bakar.

Mengapa tidak. Abu Bakar yang disebut sebagai pengusaha penyuap Nurdin itu, berani melakukan aksi one man show di lapangan.

Menjadi aneh, ketika Abu Bakar harus rela dan repot-repot mengurus semua izin, melobi gubernur, bahkan berulang-ulang kali menyuap Nurdin Basirun, Edi Sofyan dan Budi Hartono.

Dugaan pun muncul, bahwa Abu Bakar bukan aktor utama di kasus Nurdin. Ada sosok lain yang menjadi kreator, dan menjadikan Abu Bakar sebagai pion, untuk mengurusi izin reklamasi di Tanjungpiayu, Batam.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Kamis (11/7/2019) malam menjelaskan, penangkapan ini berkaitan dengan izin reklamasi.

Tim KPK menerima informasi, bahwa akan ada serah terima uang di Pelabuhan Sribintan Pura, dari ABK alias Abu Bakar kepada Budi Hartono.

Tidak itu saja, Abu Bakar juga menyuap Nurdin melalui Edi Sofyan. Setidaknya ada dua kali penerimaan yang dicatat KPK, yaitu sebesar SGD 5.000 dan Rp 45 juta pada 30 Mei 2019 serta sebesar SGD 6.000 pada 10 Juli 2019.

Kini, latar belakang Abu Bakar pun masih misteri. Dan siapa bos besar yang menjadi aktor utamanya?. Apakah Abu menjadi ‘martir’ untuk Nurdin, Wallahu a’lam bish-shawabi, kita tunggu aksi KPK. (fik)

Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan