Beranda Headline

Wapres Ma’ruf Sebut UMKM Bisa Alami “Stunting” Bila Kurang Pendampingan

0
Wapres Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memotong pita saat membuka Kepri Ramadan Fair 2024 di Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Jumat (15/3/2024)-f/istimewa-diskominfo kepri

TANJUNGPINANG (HAKA) – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menekankan pentingnya program kurasi, inkubasi dan pendampingan usaha syariah, dalam upaya meningkatkan nilai atau produk halal di Indonesia.

Menurutnya, dalam pendampingan produk halal dapat melibatkan komunitas masyarakat, termasuk masjid dan pesantren. Pendampingan itu idealnya harus dilakukan sampai UMKM berhasil mengekspor produk halal ke pasar global.

“Jadi terus lakukan pendampingan. Ini supaya UMKM kita tidak terkena stunting. Stunting itu artinya tidak besar-besar. Jadi bukan hanya anak saja, perusahaan juga bisa terkena stunting,” katanya saat membuka Kepri Ramadan Fair dan Seminar Internasional di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Jumat (15/3/2024).

Khusus kepada Pemprov Kepri, Wapres Ma’ruf Amin menekankan, agar bisa terus menggali potensi unggulan daerah dan meningkatkan nilai tambah industri produk halal lokal.

Karena, menurutnya, dengan 97 persen lebih kawasan perairan laut, Kepri kaya hasil laut dan berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi biru.

“Untuk itu, ekosistem rantai nilai halal pada sektor ini patut terus dikembangkan,” pesannya.

Ia berharap, akan lebih banyak lagi produk halal di sektor perikanan dan kelautan Provinsi Kepri akan mengglobal, serta transformasi ekonomi daerah terdorong ke arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Selain itu, potensi pengembangan logistik halal dapat lebih digali, termasuk peluang pembangunan pelabuhan logistik halal yang akan menjadikan Provinsi Kepri hub perdagangan halal internasional,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyatakan kesiapan dalam menindaklanjuti arahan Wapres RI, agar Kepri dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Di antaranya, Pemprov Kepri juga telah menjalankan sejumlah program. Seperti subsidi Bunga 0 persen bagi UMKM dan sudah berjalan sejak November 2021 lalu.

Baca juga:  Ansar Terima Anugerah dari Dewan Pers: Ini untuk Insan Pers di Kepri

“Februari 2024 sebanyak 2.133 UMKM yang sudah memanfaatkan program tersebut dan diproyeksikan tahun ini akan menyasar 2000 UMKM dengan total penyaluran sekitar Rp 60 miliar,” paparnya.

Kemudian, ada juga program penguatan ekosistem keuangan syariah melalui program Halal Center yang berlokasi di STAIN Abdurahman dan Politeknik Batam.

Selanjutnya, ada juga program Inkubasi usaha syariah melalui program kemandirian pesantren yang telah dibentuk Hebitren pada tahun 2021.

“Serta transformasi koperasi konvensional ke koperasi modern yang berbasis syariah dan penguatan Kopontren (Koperasi Pondok Pesantren, red),” pungkasnya.

Usai membuka Seminar Internasional: Navigating Global Halal Value Chain di Gedung Daerah. Wapres Ma’ruf Amin beserta rombongan terbatas langsung menuju ke venue UMKM Kepri Ramadan Fair 2024.

Di sana, Wapres Ma’ruf Amin bersama bersama Ibu Wury Estu Handayani Maruf Amin dan didampingi Gubernur Ansar Ahmad serta Ketua TP PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari memotong pita sebagai tanda dibukanya Kepri Ramadan Fair 2024.

Wapres juga berkesempatan berdialog serta melihat secara langsung produk-produk yang dijajakan oleh para pelaku UMKM. (adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini