Syahrul Jajaki Datangkan Cabai dari Batubara dan Karo

example banner

Share this:

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang melakukan penjajakan kerja sama di dua daerah sentra komiditi sayur dan buah di Kabupaten Batu Bara serta Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (29/3/2017).

TANJUNGPINANG (HAKA) – Dalam upaya antisipasi lonjakan harga jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang melakukan penjajakan kerja sama di dua daerah sentra komiditi sayur dan buah di Kabupaten Batu Bara serta Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (29/3/2017).

Loading...

Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan oleh tim yang tergabung dalam TPID Kota Tanjungpinang dipimpin Wakil Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul SPd.

Syahrul, mengatakan bahwa inflasi yang stabil dan tidak besar membuat daya beli masyarakat bertambah tinggi. Kota Tanjungpinang melalui TPID telah berhasil menekan angka inflasi sejak tahun 2014 pada angka 7,49 menjadi 3,06 pada tahun 2016. Pada tahun 2016 ini juga TPID Kota Tanjungpinang berhasil menjadi nominator TPID terbaik pada Rakornas TPID.

Upaya- upaya yang dilakukan TPID untuk menekan inflasi dengan mengelola ekspektasi melalui berbagai media, melakukan upaya kestabilan harga komoditas volatile food, dan meredam gejolak harga melalui konsolidasi rencana aksi oleh instansi terkait.

Kemudian, melakukan inisiasi gerakan nyata dalam mengendalikan inflasi, mendorong pengembangan pertanian terpadu sebagai basis produksi daerah, mengarahkan capaian inflasi Tanjungpinang terjangkau pada target inflasi nasional tahun 2017 sebesar 4 %.

Selanjutnya, menyusun roadmap pengendalian inflasi Kota Tanjungpinang. Terkait hal tersebut, dalam 2 tahun terakhir cabai merah dan cabai rawit merupakan komoditas penyumbang inflasi yang dominan di Tanjungpinang.

“Untuk itulah tim melakukan penjajakan ke daerah surplus cabai khususnya. Juga sayur dan buah dalam upaya antisipasi ketidakstabilan harga,” ujar Syahrul.

Kehadiran tim disambut antusias oleh Pemda Batu Bara dan Pemda Karo serta masyarakat dan para petani sayur dan buah. Wakil Wali Kota Batu Bara H RM Hari Numengroho, mengharapkan kerja sama antara Pemkab Batu Bara untuk cabai dapat segera dilaksanakan. Mengingat harga cabai di daerah ini masih rendah pada saat panen raya hanya Rp7.000 per kg. Sedangkan saat ini cabai merah diharga Rp 10.000 per kg.

“Dengan adanya kerja sama ini akan membantu para petani dan juga Kota Tanjungpinang,” ujar Hari.

Para petani pun tampak semangat dengan kedatangan TPID Kota Tanjungpinang ketika rombongan melihat langsung ke sawah yang penuh hamparan cabai merah terletak di Desa Kubah, Kecamatan Air Putih.

Keinginan yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Karo Cory S. Sibayang. Cory dan jajaraannya berharap agar segera dilakukan kerja sama kedua daerah, karena daerah ini juga sebagai sentra sayur dan buah. Dikatannya dengan terjadinya letusan gunung Sinabung membuat lahan diseputar Karo menjadi subur sehingga sayur dan buah juga surplus. Harga tomat di desa Ujung Sampun ,Kecamatan Dolat Raya Kabupaten Karo Rp 2.700 per kg.

Setelah melihat langsung ke daerah penghasil, Syahrul, mengatakan dalam waktu dekat TPID Kota Tanjungpinang akan segera menghitung biaya yang dikeluarkan mulai dari pembelian produk pertanian dari daerah produsen serta biaya transportasi hingga sampai ke Tanjungpinang. Direncanakan pada awal April MOU sudah dapat dilaksanakan. Mengingat tidak lama lagi akan memasuki Ramadhan dan Idul Fitri perlu dilakukan upaya pengendalian stabilitas harga.

Dalam kunjungan itu, Syahrul didampingi Staf Ahli bidang Ekonomi Pembangunan Drs Ali Hisyam, Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan Ir Robert Pasaribu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Raja Khairani, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian, Drs. H. Juramadi Esram, Direktur BUMD Zondervan, SE, Kabag Ekonomi DR. H.Amin, SE,MM, Kabid Ekonomi Bappelitbang Zulhidayat dan Kabid Pertanian M. Syukri. Selain itu juga turut serta ketua dan anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang Mimi Bety, Petrus Sitohang dan Rosiani. (red/humas pemko)

example banner
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan