Beranda Daerah Bintan

255 Ekor Sapi di Bintan akan Divaksin Dua Kali, Plus Sekali Booster

0
Kegiatan sosialiasi pelaksanaan vaksinasi PMK kepada peternak di Pulau Bintan-f/istimewa-humas DKKP

BINTAN (HAKA) – Pemprov Kepri, Pemkab Bintan, Pemko Tanjungpinang dan Polda Kepri, menyosialisasikan tentang pelaksanaan vaksinasi hewan, untuk pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada peternak di Pulau Bintan.

Kegiatan itu, digelar di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Rabu (27/7/2022). Dengan, narasumber utama drh Honismandri selaku Pejabat Otoritas Veteriner Pemprov Kepri.

Dalam kesempatan itu, Kepala DKKP Bintan Khairul mengatakan, pihaknya mengapresiasi Tim Polda Kepri dan Pemprov Kepri, telah mendukung pelaksanaan serta pencegahan PMK di daerah Bintan.

“Meskipun, Bintan saat ini masih dinyatakan bebas dari PMK,” imbuhnya.

Drh Honismandri mengatakan, tahap pertama pelaksanaan vaksinasi pencegahan MPK di Pulau Bintan direncanakan pada 1 Agustus 2022. Sedangkan, tahap dua pada September 2022 setelah vaksinasi pertama.

“Untuk booster akan dilakukan 6 bulan kemudian setelah vaksin tahap kedua,” tutur Honismandri.

Ia menerangkan, kasus PMK pernah merebak di wilayah Kota Batam. Untuk itu, pihaknya berupaya agar Bintan dan Tanjungpinang yang ada di Pulau Bintan ini tetap bebas dari PMK.

Adapun tujuan vaksinasi PMK pada hewan ternak ada beberapa hal yang harus diketahui oleh peternak di antaranya, meningkatkan kekebalan hewan agar terhindar dari virus.

“Olehnya itu, kami minta kepada peternak untuk turut serta mensukseskan kegiatan vaksinasi. Jangan takut hewannya divaksinasi,” ajaknya.

Di tempat yang sama, drh Iwan Berri mengatakan, target hewan sapi sebagai sasaran vaksinasi di Kabupaten Bintan sebanyak 255 ekor. Terdiri, 58 ekor jantan dan 197 ekor betina yang tersebar di 7 Kecamatan Kabupaten Bintan.

“Dengan jumlah peternak di Pulau Bintan dengan sekitar 57 orang,” ucapnya.

Ia menambahkan, target vaksinasi itu sewaktu-waktu dapat berubah. Mengingat sebelum divaksin, hewan harus dalam kondisi sehat.

Baca juga:  Hadirkan Pelaku Usaha, BPPRD Gelar Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2024

“Untuk Kecamatan Tambelan, Mantang dan Bintan Pesisir, kita belum menerapkan vaksinasi PMK di wilayah itu, mengingat pulau tersebut adalah pulau yang relatif rendah resiko penularannya,” tambahnya sekaligus menutup paparan metode vaksinasi hewan. (rul/rilis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini