Situasi Kondusif, Polda Soroti Kinerja KPU Kepri yang Dinilai Tak Siap

example banner

Jajaran Polda Kepri saat meninjau beberapa TPS-f/istimewa-bidhumaspolda

BINTAN (HAKA) – Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga, pihaknya menilai KPU Kepri, menunjukkan ketidaksiapan dan kurang profesional dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pileg dan Pilpres 2019, Rabu (17/4/2019).

example banner

Sebab menurutnya, berdasarkan laporan anggotanya, ada beberapa kendala saat warga menggunakan hak pilihnya diantaranya, di Kabupaten Bintan.

Di antaranya, di salah satu TPS di Kecamatan Tambelan tertukar kertas suara dengan TPS lain yang ada di daerah itu. Selain itu, keterlambatan pendistribusian logistik Pemilu di beberapa wilayah di Bintan.

Selanjutnya, kata Erlangga, di salah satu TPS di Kota Batam yakni, warga telah hadir untuk memilih, namun petugas KPPS belum siap melaksanakan pemungutan suara dari jadwal yang ditetapkan.

“Sedangkan di Batam, warga baru mulai memilih pukul 10.00 WIB. Ini betul-betul menunjukkan penyelenggara Pemilu belum siap,” terang Erlangga, saat meninjau TPS 48, 49 dan TPS 72 di SDN 008 Bintan Timur, Jalan Kolong Enam Kijang, Kecamatan Bintan Timur, sekitar pukul 20.00 WIB.

Erlangga menambahkan, dengan latar belakang permasalahan itu, akan menimbulkan dugaan dampak negatif tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kalau tidak dikerjakan dengan baik, tentu muaranya ada kekecewaan masyarakat. Tentunya akan berdampak pada tahapan Pemilu,” sebutnya.

Untuk itu, Erlangga menegaskan kepada penyelenggara Pemilu mengenai kondisi tersebut, agar tidak terjadi lagi pada Pemilu berikutnya.

“Kondisi ini kita harapkan harus dievaluasi kembali, persiapkan dengan matang. Jangan sampai ada kekeliruan seperti ini lagi di dalam persiapan logistik Pemilu nantinya,” jelasnya.

Di luar permasalahan teknis pemungutan suara, menurut Erlangga, secara umum di Kepri, khususnya di Bintan dan Batam terpantau aman, terkendali dan kondusif.

Hal itu, dibuktikan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya cukup tinggi, sekitar 90 persen.

“Warga menyalurkan hak pilihnya cukup antusias, seperti laporan TPS 48 ini dan TPS lainnya sekitar 90 persen dari DPT. Artinya masyarakat menunjukkan pesta demokrasi ini lebih baik,” imbuhnya. (rul)

Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan