Beranda Headline

Warga Tanjungpinang Keluhkan Kenaikan Cabai Jelang Ramadan 1445 Hijriah

0
Suasana para pedagang di Pasar Bincen Kota Tanjungpinang. Senin (26/2/2024)-f/dian-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Harga cabai merah dan cabai nano, di Pasar Tradisional Bintan Center (Bincen) Tanjungpinang, terus mengalami kenaikan.

Salah satu pedagang Pasar Bincen, Lauren Situmorang mengatakan, saat ini harga cabai nano Rp 94 ribu per kilogram, cabai merah Rp 93 ribu per kilogram, cabai hijau dan cabai rawit Rp 58 ribu per kilogram.

Menurut Lauren, cabai merah dan cabai nano semenjak awal bulan Februari, terus mengalami kenaikan. Sepekan kemarin, harganya masih sekitar Rp 80 ribuan per kilogram.

“Kalau harga normal itu per kilogram sekitar Rp 45 ribu,” jelasnya kepada hariankepri.com, Senin (26/2/2024).

Ia juga tidak tahu pasti, apa penyebab cabai ini terus mengalami kenaikan. Informasi yang berkembang, disebabkan daerah penghasil cabai ini mengalami gagal panen.

“Saya ambil dari distributor memang udah naik,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan pedagang cabai lainnya bernama Ajo. Ia menyebut, harga cabai merah yang dijualnya saat ini Rp 92 ribu per kilogram.

“Naik Rp 32 ribu dari harga normal,” terangnya.

Ajo menjelaskan, kenaikan ini sudah terjadi sejak sepekan yang lalu. Namun, ia tidak bisa mengungkap secara pasti, apa penyebab kenaikan tersebut.

“Kalau saya ambilnya dari distributor Tanjungpinang,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang sedang belanja di Pasar Bincen, Nuryani mengeluhkan, kenaikan harga komoditas termasuk cabai saat jelang Ramadan seperti ini.

“Sebentar lagi Ramadan, pasti ada aja yang naik, salah satunya cabai inilah,” kata Nuryani saat belanja di salah satu Kios.

Menurutnya, saat belanja itu harus pandai-pandai untuk mengatur sesuai yang dibutuhkan. “Tadi mau beli cabai merah, tapi harganya naik, saya gak jadi beli, saya ganti cabai hijau harganya lebih murah,” imbuhnya. (sap)

Baca juga:  Setelah Dialog dengan Rahma, Developer Bangun Jalan di Perumahan Bandara Asri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini