Beranda Daerah Batam

Tito Instruksikan Pemda di Kepri Percepat Realisasi Belanja Daerah dari Awal Tahun

0
Mendagri Tito Karnavian didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memberikan keterangan pers usai rapat monitoring dan evaluasi program strategis di Provinsi Kepri, Kamis (14/1/2022).f/istimewa-diskominfo kepri

BATAM (HAKA) – Mendagri Tito Karnavian, menginstruksikan, seluruh pemerintah daerah di Provinsi Kepri untuk mempercepat realisasi belanja daerah dari awal tahun anggaran 2022.

“Agar ada pergerakan aktifitas ekonomi di masyarakat,” tegasnya usai memimpin rapat monitoring dan evaluasi program strategis di Provinsi Kepri bersama gubernur, bupati/wali kota se-Kepri, di Mariott Hotel, Kota Batam, Kamis (13/1/2022) malam.

Ia menegaskan, percepatan realisasi belanja daerah di awal tahun itu, merupakan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo, yang terus mengingatkan agar semua kementerian, lembaga, pemerintah provinsi kabupaten dan kota, untuk melakukan belanja program kegiatan di awal tahun.

“Jika perlu pemda membuat terget per 3 bulan, seberapa besar belanja tercapai sesuai target dan berhasil di eksekusi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mantan Kapolri ini juga mengapresiasi pendapatan belanja APBD Provinsi Kepri, yang menurutnya, berhasil dalam mengelola pendapatan dan juga pembelanjaan secara proposional dan baik.

“Pendapatan Provinsi Kepri sekitar 98 persen, dan terbelanjakan 93,18 persen. Ini menandakan ada geliat berbagai program pembangunan yang berjalan secara baik, ” tuturnya.

Gubernur Ansar Ahmad, dalam kesempatan itu menyampaikan, sejauh ini Pemprov Kepri terus berupaya untuk melakukan percepatan pembangunan.

“Termasuk mempercepat program program kegiatan pemerintah daerah,” jelasnya.

Ansar menegaskan, melalui percepatan belanja daerah itu, diharapkan penggerakan ekonomi masyarakat akan meningkat. Sehingga, hal itu akan juga mempercepat pertumbuhan ekonomi pasca terkontraksi akibat pandemi.

Ansar juga menuturkan, sejauh ini, hampir sebagian besar sektor usaha di Kepri mulai menggeliat. Hanya, sektor pariwisata yang masih terpuruk, yang dikarenakan masih belum dibukanya kebijakan travel bubble dengan negara Singapura.

“Mudah mudahan ini secepatnya, ” harapnya.(kar)



example banner

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini