Beranda Headline

Tekan Angka Stunting, Dinkes Pemko Tanjungpinang Gandeng DMI

0
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri-f/zulfan-hariankepri.com

TANJUGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri menyampaikan, hingga saat ini kasus stunting yang ada di Kota Tanjungpinang ada sebanyak 416 balita.

Elfiani mengatakan, angka kasus tersebut jauh lebih sedikit, dibandingkan angka kasus per Februari 2022 lalu yang berjumlah 487 balita.

“Dalam satu tahun kita 2 kali melakukan penimbangan. Hingga Agustus 2022, kasus stunting tinggal 416,” kata Elfiani, Selasa (6/12/2022).

Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena Pemko Tanjungpinang dan stakeholder terkait, sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi stunting tersebut.

“Seperti memberikan bantuan makanan tambahan terhadap yang gizi buruk dan lainnya,” tuturnya.

Namun kata dia, hal itu tidak cukup. Pemko Tanjungpinang kerap membuat inovasi-inovasi terbaru untuk mengatasi stunting ini. Di antaranya, Wali Kota menggagas orang tua asuh, terhadap 27 pejabat yang ada di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

“Orang tua asuh ini akan menyalurkan uang sebesar Rp 750 ribu per bulan selama 6 bulan. Yang nantinya akan diolah oleh petugas kesehatan untuk menjadi makanan bergizi. Orang tua asuh ini hanya untuk 40 stunting yang di bawah dua tahun,” sebutnya

Selain itu, tambah dia, baru-baru ini Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang juga melakukan kerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tanjungoinang.

“Kerja sama ini nantinya berupa satu masjid menangani satu orang stunting,” ujarnya.

Sistemnya kata dia, masjid-masjid akan menyediakan infak tersendiri untuk khusus stunting. “Alhamdulillah sekarang sudah ada beberapa masjid yang sudah berjalan. Dengan banyaknya inovasi ini kami harap stunting di Tanjungpinang makin berkurang,” tukasnya.(zul)

Baca juga:  Kadis-kadis di Tipe B Setuju TPP Kepala OPD Pemko yang Kelas A Dikurangi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini