Beranda Headline

Perwujudan Misi Kelima Ansar-Marlin : Persentase Jalan Mulus Meningkat

0
Kendaraan bermotor melintas di Jalan Lintas Timur, Kabupaten Bintan. Jalan ini dibangun dari dana Inpres tahun anggaran 2023-f/masrun-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyatakan, di era kepemimpinannya bersama Wagub Kepri, Marlin Agustina, ia telah berkomitmen mempercepat konektivitas antarpulau dan pembangunan infrastruktur kawasan di Kepri.

“Ini merupakan komitmen kami untuk mewujudkan misi kelima Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri,” katanya, kepada hariankepri.com, Jumat (1/3/2024).

Orang nomor satu di Provinsi Kepri ini mengutarakan, perwujudan misinya itu telah diwujudkan, dengan peningkatan persentase jalan dalam kondisi mulus di Kepri dalam kurun waktu satu tahun, yakni pada 2022 dan 2023.

Dijelaskannya, di tahun 2022 persentase jalan dalam kondisi mantap atau mulus di Kepri tercatat sebesar 80,62 persen, kemudian di tahun 2023 meningkat sebesar 0,16 persen sehingga menjadi 80,78 persen.

“Istilah mantap ini diartikan bahwa jalan itu dalam kondisi baik dan sedang,” jelasnya.

Ansar mengatakan, dalam merealisasikan kerja tersebut, tidak hanya mengandalkan dana APBD Kepri saja. Dirinya bersama jajarannya, hampir setiap pekan datang berkunjung ke Jakarta untuk menjolok anggaran dari Kementerian.

Dan usaha itu, akhirnya membuahkan hasil dengan dikucurkannya anggaran Rp 640 miliar dana Inpres untuk penanganan jalan dan jembatan di Provinsi Kepri.

“Anggaran itu terbesar kedua setelah Provinsi Lampung,” ucapnya.

Selain jalan, lanjutnya, upayanya untuk mewujudkan misinya yang kelima juga telah diwujudkan dengan melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur.

Selain konektivitas jalan dan jembatan sambungnya, selama tiga tahun menakhodai Provinsi Kepri, ia bersama Wagub Kepri, Marlin Agustina juga terus intens membuka akses telekomunikasi di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) serta masyarakat pesisir di Kepri.

Upaya itu dilakukan dengan membangun 77 Base Transceiver Station (BTS) di Natuna, Lingga, Karimun, Bintan, Batam dan Anambas.

“Selain itu kita juga mendapatkan bantuan pembangunan 151 V-Sat ( titik stasiun penerima sinyal dari satelit, red) dari Kemenkominfo hingga peluncuran satelit Satria-1 yang mendukung digitalisasi daerah,” paparnya.

Baca juga:  Permohonan Gugatan INSANI Diterima, Jubir MK: Iya, Nomor Perkara 131

Selain akses komunikasi, listrik ujarnya, juga menjadi konsen utama lainnya yang ia kerjakan selama tiga tahun memimpin Kepri.

Karena, kata dia, jika seluruh masyarakat Kepri dapat menikmati listrik 24 jam, maka, ekonomi masyarakat itu juga akan meningkat.

Perluasan akses listrik kepada masyarakat, ujarnya ia tuangkan dalam program “Kepri Terang”. Program itu kata dia, merupakan kolaborasi antara Pemprov Kepri bersama PT PLN serta perusahaan-perusahaan di Kepri.

Berkat program tersebut, tuturnya, kini rasio elektrifikasi di Kepri terus meningkat, dari 94,50 persen pada tahun 2021, menjadi 96,32 persen di tahun 2022, dan kembali meningkat menjadi 97,50 persen pada tahun 2023.

“Melalui program itu sekarang sudah banyak warga terutama di pulau-pulau yang mendapat penyambungan listrik gratis dan jam nyala listrik yang panjang,” tuturnya.(adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini