Beranda Daerah Bintan

Pengungsi Asal Sudan Aniaya Warga Kawal Hingga Babak Belur

0
Nuryadi sedang menunjukan bekas pukulan oleh pelaku Fatih-f/masrun-hariankepri.com

BINTAN (HAKA) – Nuryadi (40), menjadi korban penganiayaan dari seorang WNA atau pencari suaka berkebangsaan Sudan, di depan Bhadra Resort Bintan, Kecamatan Toapaya pada Jumat (20/5/2022) sore.

Saat dijumpai di rumahnya, di Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Nuryadi mengaku dirinya dipukul beberapa kali oleh pelaku, hingga ia babak belur.

“Muka saya dipukul tiga kali sampai saya terduduk diam. Melihat saya kena tinju ada bapak dan beberapa orang suaka lainnya melerai. Tapi dia masih memukul saya di rusuk bagian belakang dua kali,” cerita Nuryadi, pada Sabtu (21/5/2022) petang.

Nuryadi pun ke Puskesmas Kawal untuk melakukan visum atas aksi brutal Fatih terhadap dirinya. Lalu, korban ke Polsek Gunung Kijang dengan membawa bukti visum, serta sejumlah saksi mata untuk memberikan keterangan peristiwa itu.

“Saya tidak melawan pada saat saya dipukul oleh Fatih. Saya diperiksa dari jam 8 malam sampai jam 11 malam di Polsek Gunung Kijang, termasuk pelaku juga diperiksa,” terangnya kepada wartawan.

Nuryadi menerangkan kronologi tindakan yang menimpa dirinya tersebut. Dirinya, memiliki bekas warung yang ia jadikan tempat jasa parkir kendaraan roda dua para pencari suaka yang di Hotel Bhandra itu.

Setelah membuka buku catatannya, Nuryadi melihat nama Fatih belum membayar jasa parkir sekitar 4 bulan, per bulannya Rp 50 ribu. Maka, dirinya berinisiatif menghubungi pelaku saat itu melalui pesan singkat.

Singkatnya, saat Nuryadi berada di tempat usaha parkir itu, tiba-tiba muncul Fatih dengan memarkirkan kendaraannya di dalam warung. Dirinya pun menegur si pelaku untuk membayar jasa itu.

“Fatih, kamu belum bayar 4 bulan. Dia bilang gak mau bayar, dan saya mau free (gratis) 1 tahun. Nah, dia mau pergi dengan motornya, saya tahan. Disitulah dia (Fatih) memukul saya,” tuturnya.

Atas kejadian ini, Nuryadi, meminta kepada petugas Keimigrasian untuk meningkatkan pengawasan terhadap para pencari suaka tersebut. Sehingga, tidak terjadi kejadian yang sama terhadap warga-warga Bintan lainnya.

“Tempatkan lah beberapa petugas di Bhadra. Karena mereka di sana itu sudah sangat bebas di daerah ini,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi proses penanganan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilaporkan korban Nuyadi. Kapolsek Gunung Kijang AKP Melki Sihombing, belum memberikan keterangan secara resmi. (rul)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini