Beranda Headline

Pantau Rukyatul di Dompak, Kemenag: Hilal di Tanjungpinang Tidak Terlihat

0
Kemenag Tanjungpinang saat melakukan rukyatul hilal awal Ramdan pada tahun lalu-f/istimewa

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kementerian Agama (Kemenag) Tanjungpinang telah melakukan rukyatul hilal di Dompak Pantai Tanjung Setumu, Jumat (1/4/2022).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Ahmad Husein mengatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan, bahwa hilal Ramadan di Tanjungpinang tidak terlihat.

“Kita lihat pukul 18:20 WIB. Memang tidak terlihat, begitu juga 7 kabupaten/kota yang ada di Kepri juga tidak nampak hilalnya,” sebutnya, Jumat (1/4/2022) saat dihubungi hariankepri.com.

Dengan demkian untuk memastikan awal Ramadan, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Kita menunggu dari pusat mana tau ada daerah lain yang melihat hilalnya,” ucapnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Husein mengatakan, dipilihnya lokasi Pantai Tanjung Setumu sebagai penentuan awal Ramadan karena wilayahnya lebih strategis dan langsung berhadapan dengan lautan arah barat.

“Rekan-rekan sudah survei lokasi. Insyaallah akan terlihat anak bulannya dibanding tempat lain,” sebutnya, Rabu (30/3/2022) saat dihubungi hariankepri.com.

Ia menambahkan, pada saat rukyatul hilal pihaknya bekerja sama dengan berbagai unsur seperti dari MUI, NU, BMKG, perwakilan perguruan tinggi dan Pengadilan Agama Tanjungpinang.

“Tahapannya nanti, setelah hilalnya terlihat maka pengadilan agama akan menyumpah bagi yang melihat dengan menggunakan Alquran,” sebutnya.

Nah setelah itu, lanjut dia, pihaknya akan membuat berita acara yang akan dikirim langsung ke Kemenag RI, bahwasanya di Tanjungpinang sudah terlihat hilal Ramadan.

“Begitu juga kalau belum terlihat kita laporkan,” sebutnya.

Kendati demikian, ia sendiri belum bisa memastikan bahwa pada Sabtu (2/3/2022) ini sudah mulai masuk bulan Ramadan.

“Memang sesuai hitung-hitungan dimulai Sabtu. Tapi kita belum bisa pastikan,” tuturnya.

Karena kata dia, untuk menentukan awal Ramadan ini ada dua yang menjadi patokan yakni hisab dan rukyatul.

Menurutnya, patokan hisab itu adalah berdasarkan hitung-hitungan dari BMKG. Sementara untuk rukyatul merupakan melihat langsung menggunakan teropong.

“Kalau hisab Muhammadiyah yang pakai. Sedangkan rukyatul NU yang pakai. Jadi dua patokan itu harus diakomodir,” terangnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, rukyatul hilal yang dilakukan Jumat nanti ini akan dilakukan oleh Kemenag yang ada di seluruh Indonesia.(zul)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini