Beranda Daerah Bintan

Panen Jagung, Khazalik akan Perjuangkan Alat Pertanian untuk Petani Bintan

0
Ketua DPD Partai NasDem sekaligus Anggota DPRD Kepri, Khazalik bersama Paguyuban Tandem, saat ikut memanen jagung Hibrida-f/istimewa

BINTAN (HAKA) – Kelompok Tani Desa Mandiri (Tandem), melakukan panen raya jagung Hibrida di Kampung Pelita Baru, Desa Kuala Sempang, Kecamatan Sri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, pada Sabtu (9/4/2022).

Salah seorang kelompok tani bernama Muhammad Nasrullah, mengatakan, keberhasilan produktivitas petani tersebut, tak terlepas dari peran serta aspirasi Mirwan selaku Anggota DPRD Bintan dari fraksi NasDem.

Pasalnya, Mirwan telah menghimpun sekitar 25 petani untuk menggarap lahan pertanian jagung di daerah itu. Para petani itu pun mendapat bagian lahan masing-masing setengah Hektare (Ha) hingga 1 Ha.

“Kami juga diberikan bantuan bibit, pupuk dan obat pestisida dibantu melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bintan,” ujarnya.

Menurutnya, jagung yang dipanen ini masa tanamnya 3 bulan 10 hari. Ia pun berharap, Pemda tetap mendukung program pertanian tersebut.

“Program ini sangat membantu saya dan keluarga untuk mengembangkan pertanian jagung. Ini merupakan pengalaman pertama saya,” pungkasnya.

Panen perdana Kelompok Tandem itu, dihadiri oleh Khazalik selaku Ketua DPD Partai NasDem juga Anggota DPRD Provinsi Kepri.

Mantan Wakil Bupati Bintan ini mengapresiasi para petani tersebut saat panen berlangsung. Sebab, mereka telah mengembangkan pertanian di dapilnya itu.

“Hasil ini merupakan kerja keras, serta usaha yang gigih, keuletan, kesabaran serta mendapat rahmat dari Allah SWT,” tutur Khazalik.

Semoga komoditas ini bisa memenuhi kebutuhan lokal. Selain itu, ia menilai produktivitas ini juga dapat membantu perekonomian warga di masa Pandemi dan momen bulan suci Ramadan dan lebaran tahun ini.

Khazalik pun berkomitmen untuk membantu para petani jagung maupun kelompok tani lainnya. Dirinya akan berjuang dengan Pemda Bintan serta Pemprov Kepri, agar petani dapat alat-alat pertanian ke depannya.

“Yaitu, melalui program pertanian terpadu atau pengembangan food estate, melalui dukungan pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat,” imbuhnya. (rul/rilis)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini