Beranda Headline

Khawatir Tak Akurat, Satgas Larang Apotek Jual Bebas Reagen Rapid Test ke Warga

0
Tenaga kesehatan (nakes) RSUD Raja Ahmad Tabib mengambil spesimen dengan metode Swab PCR. Pengambilan spesimen dengan metode Rapid Tes Antigen atau SWAB PCR hanya boleh dilakukan oleh nakes yang sudah terlatih-f/zulfikar-hariankepri.com.

TANJUNGPINANG (HAKA) – Koordinator Lapangan (Korlap) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang, Surjadi, mengungkapkan, pihaknya menemukan ada apotek dan klinik memperjualbelikan alat serta reagen rapid test antigen kepada masyarakat.

“Ini terjadi sejak pemberlakukan PPKM Darurat di Kota Tanjungpinang pada Senin 12 Juli 2021 awal pekan kemarin,” sebutnya

Alat itu lanjutnya, kemudian digunakan oleh sejumlah masyarakat untuk melakukan rapid test antigen secara mandiri.

“Dinkes Kota Tanjungpinang sudah menerbitkan larangan kepada apotek dan klinik di Tanjungpinang agar tidak menjual dengan bebas alat dan reagen untuk rapid test antigen itu,” katanya kemarin.

Kepala Barenlitbang Kota Tanjungpinang ini mengutarakan, harga alat beserta reagen rapid test antigen yang dijual oleh sejumlah apotek dan klinik di Kota Tanjungpinang satu paketnya sebesar Rp 75 ribu.

Harga yang tergolong murah itulah yang membuat, masyarakat lebih memilih melakukan rapid test antigen secara mandiri, ketimbang melakukannya di fasilitas pelayanan kesehatan, yang harganya berkisar antara Rp 150 ribu – Rp 175 ribu.

“Sekarang apotek dan klinik yang menjual alat itu sudah kita tegur. Kita tidak menganjurkan (rapid tes antigen mandiri). Karena selain itu tidak akurat, dan belum tentu masyarakat memiliki kemampuan untuk melakukan swab,”tegasnya.

Selain itu, rapid test antigen yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, juga akan mengganggu proses testing yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang.

Karena sambungnya, jika orang yang melakukan rapid test antigen secara mandiri itu mendapati hasilnya positif, orang itu akan menghubungi Satgas untuk meminta pengakuan jika dirinya positif terinfeksi Covid-19.

“Tapi kalau hasilnya negatif akan langsung dicampakkan (buang) saja (hasil pemeriksaan rapid tes antigen). Masyarakat yang ingin melakukan rapid test antigen, silahkan melakukannya di tempat yang sudah sesuai standard,” jelasnya.(kar)

Berikut Prosedur Pemeriksaan Rapid Test Antigen :

I. Tempat Pengambilan dan Pemeriksaan hasil Rapid Test Antigen :

1). Fasilitas pelayanan kesehatan, yang meliputi, rumah sakit, laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

2). Tempat terbuka yang meliputi, bandar udara, stasiun, terminal dengan melakukan penilaian risiko mempertimbangkan sirkulasi yang baik dan memperhatikan keamanan lingkungan sekitar sesuai pembahasan pada angka 6 mengenai keselamatan hayati (biosafety).

II. Petugas Pemeriksa Rapid Test Antigen harus dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

III. Hal-hal yang harus diperhatikan ketika akan melakukan pengambilan spesimen:

1) Ketepatan pengambilan spesimen sangat menentukan kualitas hasil pemeriksaan tes diagnostik. Spesimen yang diambil dengan tidak tepat dapat mengakibatkan hasil tes negatif palsu.

2) Kewaspadaan universal penting diperhatikan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit, yang meliputi:
a) Selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah melakukan tindakan
b) Menggunakan APD, seperti ; sarung tangan non-steril, coverall, pelindung mata goggles, face shield, dan respirator seperti N95,
c) Diwajibkan menyediakan tempat sampah infeksius.

3) Pastikan bahwa semua alat dan bahan yang dibutuhkan, termasuk formulir penyelidikan epidemiologi tersedia sebelum pengambilan spesimen.

4) Pada saat pengambilan spesimen hanya ada petugas pengambilan spesimen dan pasien untuk mencegah transmisi.

#Sumber : Kepmenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/3602/2021 Tentang Perubahan Atas Kepmenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/446/2021 Tentang Penggunaan Rapid Diagnostic Test Antigen dalam Pemeriksaan Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here