Beranda Headline

Januari-Maret 2023, Ekonomi Kepri Tumbuh 6,51 Persen

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menekan sirine sebagai tanda diresmikannya proyek integrasi Pelantar 1 dan Pelantar 2, Kota Tanjungpinang, Selasa (21/2/2023)-f/zulfikar-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan I (Januari-Maret) 2023 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,51 persen. Secara kuartal, ekonomi Provinsi Kepri di triwulan I-2023 dibanding triwulan IV 2022 terkontraksi 3,31 persen.

Pada triwulan I-2023, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Provinsi Kepri, tercatat mencapai Rp 80,32 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 48,81 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Darwis Sitorus menyampaikan, tren pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan I-2023 (y-on-y) tersebut, dipengaruhi oleh beberapa fenomena.

Di antaranya, kata Darwis, yakni, permintaan konsumen yang tinggi, membuat kategori perdagangan mengalami peningkatan.

“Hal ini seiring dengan semakin pulihnya perekonomian pasca pencabutan kebijakan PPKM sehingga meningkatkan permintaan,” katanya, Jumat (5/5/2023).

Fenomena lainnya, yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan I-2023, yakni, terjadinya peningkatan jumlah penumpang angkutan, baik darat, laut, maupun udara.

Antrean penumpang di Bandara RHF Tanjungpinang. Peningkatan jumlah penumpang angkutan darat, laut, dan udara di Kepri awal tahun 2023 ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan I-2023-f/zulfikar-hariankepri.com

Menurutnya, peningkatan yang cukup signifikan itu salah satu dampak dari pencabutan kebijakan PPKM, sehingga tidak ada lagi pembatasan perjalanan, dan segala aturan terkait Covid-19.

Kemudian, kategori penyediaan akomodasi dan makan minum, real estate, jasa perusahaan, dan jasa lainnya, juga mengalami peningkatan signifikan.

“Ini juga seiring dengan peningkatan aktifitas masyarakat dan semakin pulihnya perekonomian pasca pencabutan kebijakan PPKM,” tuturnya.

Pembangunan Base Transceiver Station (BTS) yang telah selesai di berbagai daerah di Kepri, juga menjadi salah satu fenomena ekonomi yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri di triwulan I-2023 (y-on-y).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan I-2023 jika dilihat dari lapangan usaha, didorong oleh industri pengolahan dengan andil pertumbuhan sebesar 3,28 persen.

“Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto, red) mempunyai andil pertumbuhan sebesar 3,05 persen dan komponen PK-RT (Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga,red) dengan andil sebesar 2,22 persen,” jelasnya.

Baca juga:  Dalam Sepekan Dua Kali Banjir, Total 5 Ribu Warga Tanjungpinang Terdampak Bencana

Sedangkan, kontraksi ekonomi yang terjadi di Provinsi Kepri pada triwulan I-2023 (q-to-q), dari sisi pengeluaran disumbang oleh kategori konstruksi dengan andil kontraksi sebesar 2,13 persen, dan diikuti kategori industri pengolahan dengan andil kontraksi sebesar 0,79 persen.

“Sementara itu, dari sisi pengeluaran, disebabkan oleh komponen PK-P dengan andil kontraksi terbesar yaitu 4,07 persen, diikuti komponen PMTB dengan andil kontraksi sebesar 0,05 persen,” pungkasnya. (kar)

example banner

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini