Beranda Daerah Bintan

Hanya Dalmasri Cawabup Bintan yang Berpengalaman 15 Tahun Urus Pemerintahan

0


Cawabup Bintan Dalmasri Syam saat menyantap nasi bungkus di posko pemenangan beberapa waktu lalu-f/taufik-hariankepri.com

BINTAN (HAKA) – Dua Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bintan, telah memaparkan visi misi, dan program prioritas, di hadapan anggota dewan, Rabu (21/10/2020) di Ruang Paripurna DPRD Bintan.

Dari semua visi misi yang disampaikan, ada satu hal yang paling menarik dari kedua paslon tersebut. Yakni, rekam jejak Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bintan nomor urut 2, Dalmasri Syam.

Politisi senior yang pernah membesarkan Partai Golkar Bintan ini, telah melalui karir politik yang panjang, utamanya di dunia pemerintahan.

Pada tahun 2004-2009, Dalmasri Syam menjabat sebagai Ketua DPRD Bintan. Di waktu yang bersamaan, ia juga memegang jabatan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bintan.

Lima tahun menjadi Ketua DPRD Bintan, Dalmasri pun loncat ke DPRD Provinsi Kepri, pada tahun 2009-2014.

Dalam periode ini, Dalmasri memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepri yang membidangi Keuangan, Pariwisata dan Kelautan Perikanan.

Bukan itu saja. Posisi Ketua Fraksi Golkar DPRD Kepri dipercayakan Ansar Ahmad kepada Dalmasri. Karena saat itu, pria kelahiran Teluk Sebong 53 tahun silam itu juga duduk di posisi Wakil Ketua DPD I Golkar Kepri.

Selesai di DPRD Provinsi Kepri, Dalmasri mencoba melanjutkan karirnya di dunia eksekutif, dengan mencoba maju Pilkada Bintan pada tahun 2015.

Berpasangan dengan Apri Sujadi, Dalmasri Syam berhasil memenangkan pilkada, dan menjabat sebagai Wakil Bupati Bintan periode 2016-2021.

Artinya, sejak 2004-2014 (10 tahun) sebagai legislator, dan hampir lima tahun menjadi Wakil Bupati Bintan, Dalmasri figur yang sarat pengalaman mengurus pemerintahan.

Kepada hariankepri.com, Dalmasri menyampaikan, bahwa satu dari sekian banyak alasannya mau mendampingi Alias Wello, karena sosok Bupati Lingga itu dinilai berhasil memimpin daerahnya.

“Beliau juga sudah membuktikan, bagaimana duet kepala daerah itu bisa saling melengkapi dan saling mendukung, bukan monopoli jabatan,” tukasnya. (fik)

example banner

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here