Beranda Headline

Dirjen Keuda Ingatkan Pegawai Pemko Agar Tak Takut Jalankan Program

0
Wako Rahma foto bersama dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Agus Fatoni-f/zulfan-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemko Tanjungpinang, menggelar optimalisasi kebijakan strategis pengelolaan keuangan daerah di lingkungan Pemko Tanjungpinang, Jumat (11/8/2023) di Trans Convention Center (TCC) Aston Tanjungpinang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri RI, Agus Fatoni, bersama Direktur Perencanaan Anggaran Daerah, M Valiandra dan dibuka oleh Wali Kota Tanjungpinang, Rahma.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Bina Keuda Kemendagri, yang sudah bersedia hadir dikegiatan ini.

“Alhamdulillah dengan kesibukan bapak Dirjen, masih ingin menyempatkan di Kota Tanjunpinang,” terangnya.

Disela-sela itu, Rahma menyampaikan, sedikitnya ada sekitar 211 pejabat Pemko Tanjungpinang baik eselon II, III dan IV yang hadir di kegiatan ini.

Dengan kehadiran pejabatnya itu, ia pun berharap semoga bisa mendapatkan masukan, tentang pengelolaan keuangan daerah, dan penyusunan APDB tahun 2024 lebih baik lagi.

Menurutnya, bila ASN bisa mengelola keuangan dengan baik, maka kegiatan yang bersifat pembangunan dan kegiatan lainnya, akan berjalan efektif dan efisien.

“Dari beberapa tahun lalu, apalagi ketika Covid-19, Alhamdulillah berkat kerja keras pejabat dan ASN saya, program yang diprioritaskan bisa dijalankan,” jelasnya.

Sementara itu, Agus Fatoni, mengapresiasi Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, yang sudah menggelar kegiatan tentang pengelolaan keuangan daerah ini.

Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentu pemerintah harus memiliki SDM yang unggul, sehingga di penyusunan dalam APBD bisa lebih tepat sasaran.

“Tidak ada gunanya anggaran banyak, kalau ASN atau SDM tidak bisa mengelola,” terangnya.

Sebaliknya, kata dia, jika anggaran sedikit namun dikelola dengan efektif maka banyak prestasi dan kemajuan yang bisa dicapai.

“Saya lihat, APBD Tanjungpinang hanya Rp 1.052 triliun. Ini tidak terlalu besar, apalagi sebagian digunakan untuk belanja pegawai,” terangnya.

Baca juga:  Gelar Safari Ramadan di Kijang Kencana, Rahma Salurkan Bantuan ke DKM

Oleh karena itu, ia berharap SDM harus pintar-pintar mengelola keuangan serta harus bisa mengedepankan, program skala prioritas.

“Tidak semua aktifitas harus dengan uang. Banyak aktifitas non fisik misalnya membuat perda tidak perlu anggaran yang banyak, bisa mengambil contoh di daerah lain dalam waktu singkat pasti rampung,” terangnya.

Agus juga sedikit memberi kisi-kisi, apabila ingin mengelola keuangan yang baik, maka perencanaan kegiatan harus disusun terlebih dahulu dengan sebaik mungkin.

“Apa saja yang diprioritaskan, susun baik-baik sehingga nantinya bisa dilaksanakan dengan benar dan tepat,” ucapnya.

Ia juga menyarankan kepada seluruh pejabat, agar tidak takut dalam menjalankan program. Selama ini banyak keluhan dan masukan bahwa program tak jalan karena ASN nya takut.

“Misalnya takut salah dan takut Aparat Penegak Hukum (APH),” terangnya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena SDM itu sendiri tidak yakin apa yang dikerjakan, dan tidak terlalu memahami aturan.

“Maka saya harap pahami aturan yang berlaku sehingga program yang dijalankan tidak bermasalah, dan mudah menjalaninya,” tukasnya.(zul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini