Beranda Headline

Dalam Suasana Isoman, Gubernur Ansar Luncurkan Buku Karya Rida K Liamsi

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat peluncuran buku karya Rida K Liamsi secara virtual-f/istimewa-humprohub

TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan, bahwa menulis karya sastra diyakininya dapat memperkuat keterampilan menulis pengarangnya. Karena dapat menguasai bahasa dan kosa kata yang kuat sembari meningkatkan daya imajinasi dan daya ingat terlebih terhadap sejarah.

“Saya mewakili Pemprov Kepri, sangat mendukung karya-karya budayawan Melayu,” ujar Gubernur Ansar saat Peluncuran dan Bedah Buku Novel Hamidah Karya Rida K. Liamsi melalui video conference dari Kediaman Gubernur, Tanjungpinang, Kamis (5/8/2021).

Meski dalam suasana isolasi mandiri (isoman), Ansar mengucapkan selamat dan apresiasi kepada sastrawan dan budayawan Melayu Datuk Rida K. Liamsi atas peluncuran dan bedah buku Novel Hamidah.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut andil dalam penerbitan dan peluncuran buku ini,” ujarnya.

Ansar juga mengajak semua, untuk mengapresiasi bahwa budaya Melayu mempunyai kontribusi besar terhadap karya sastra bangsa Indonesia.

Untuk itu, Gubernur Ansar berharap melalui peluncuran karya dan bedah buku Novel Hamidah ini dapat memberikan manfaat, inspirasi dan motivasi bagi siapa saja baik penulis maupun pembacanya.

“Sehingga hal ini dapat menstimulus potensi dan menambah wawasan masyarakat dalam memahami karya sastra dan termotivasi untuk terus berfikir kreatif,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Rida K. Liamsi, Hamidah merupakan salah satu dari tetralogi novel karyanya. Keempat novel ini merupakan mata rantai perjalanan sejarah Riau Lingga.

“Buku pertama dari tetralogi ini adalah “Bulang Cahaya”, dapat dikatakan ini merupakan tetralogi sungsang. Lalu yang kedua “Megat” yang garis waktunya lebih mundur lagi daripada “Bulang Cahaya”, tutur Rida.

Kemudian hari ini diluncurkan novel “Hamidah” dan saat ini ia sedang mengerjakan buku keempatnya. Novel keempat ini sudah sampai 13 bab dikerjakannya.

Rida kemudian mengharapkan pembaca membaca novel ini dengan semangat kesastraan. Karena bagaimanapun ini merupakan novel fiksi.

“Saya berusaha menulisnya sedekat mungkin dengan sejarah. Saya berharap dengan novel ini pemahaman sejarah tentang kerajaan Riau Lingga akan menjamah generasi muda,” ucapnya.(kar/humprohub)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here