Beranda Headline

Bangkitkan Pariwisata, Pemprov Ajak Pemko Revitalisasi Akau Potong Lembu

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad didampingi Asisten II Pemprov Kepri, Luki Zaiman Prawira dan Kepala DPKP Kepri, Said Nursyahdu ketika meninjau lokasi revitalisasi Akau Potong Lembu, Jumat (13/1/2023)-f/zulfikar-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Di tahun anggaran 2023 ini, Pemprov Kepri akan berkolaborasi dengan Pemko Tanjungpinang, untuk merevitalisasi kawasan kuliner Akau Potong Lembu, Kota Tanjungpinang.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan, revitalisasi itu bertujuan untuk mempercantik wajah Kota Tanjungpinang, sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Provinsi Kepri.

“Ini salah satu bagian dari paket-paket kita dalam mempersiapkan objek-objek wisata, yang sebagian besar yang kita sentuh itu kawasan-kawasan heritage yang punya telling sejarahnya. Seperti Akau ini,” katanya usai meninjau lokasi revitalisasi di Akau Potong Lembu, Jumat (13/1/2023) pagi.

Orang nomor satu di Provinsi Kepri itu menegaskan, rencana revitalisasi Akau Potong Lembu itu mesti terealisasi di tahun anggaran 2023 ini.

Sebab, ujarnya, revitalisasi itu bertujuan untuk mempertegas Kota Tanjungpinang sebagai kota destinasi wisata sejarah, religi, dan kuliner.

“Kalau bicara pariwisata kita mesti bicara tempat wisata yang mempunyai daya tarik khusus dari segi kenyamanan dan keindahan,” paparnya.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan rencana revitalisasi ini, Pemprov Kepri, ujarnya, sejauh ini terus intens menjalin komunikasi dengan Pemko Tanjungpinang.

Pemprov Kepri sendiri kata dia, telah mengalokasikan anggaran R 6,6 miliar, untuk proyek revitalisasi Akau Potong Lembu tersebut.

Anggaran itu kata Ansar, tersebar di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) sebesar Rp 5,2 miliar dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp 1,4. Sementara, anggaran yang dialokasikan oleh Pemko Tanjungpinang yakni sekitar Rp 3 miliar.

“Syukurnya Pemko Tanjungpinang juga memandang revitalisasi ini juga penting, jadi menjadi agak ringan, nanti akan kita blended budget-nya. Jadi kita kerjanya bersama-sama agar hasilnya maksimal,” jelasnya.

Ansar menyampaikan, dalam waktu dekat ia akan segera berdiskusi dengan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma untuk membahas item-item yang akan dikerjakan oleh Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang dalam revitalisasi Akau Potong Lembu tersebut.

Baca juga:  Pimpin Rapat Persiapan, Marlin Putuskan Pengunduran Jadwal STQH Kepri

Ansar mengharapkan, anggaran Rp 3 miliar yang disiapkan oleh Pemko Tanjungpinang sebaiknya digunakan oleh Pemko Tanjungpinang untuk pengadaan meja dan kursi, gerobak makanan penjual dan tenda penutup.

Sedangkan Pemprov Kepri, yang nantinya akan melakukan pekerjaan fisik dalam revitalisasi kawasan itu.

“Nanti kita duduk lagi dengan Bu Wali, untuk membagi item-item mana yang Pemko Tanjungpinang kerjakan, dan Pemprov Kepri kerjakan,” ujarnya.

Kepala DPKP Provinsi Kepri, Said Nusyahdu menambahkan, item pekerjaan yang akan dilakukan dalam revitalisasi ini, meliputi, penataan parkir mobil, ruang ibu menyusui, toilet pria dan wanita, area pendopo, dan levelling beton area plaza/pusat kuliner dan jalur pedestrian.

Kemudian, ada juga pekerjaan pemugaran Masjid Al-Muhajirin yang lokasinya tidak jauh dari kawasan kuliner Akau Potong Lembu.

“Masjidnya akan kita bangun dua lantai. Lantai 1 untuk parkir kendaraan roda dua dan lantai 2 sebagai tempat salat dan TPQ,” tuturnya.

Selain itu, imbuhnya, dalam revitalisasi ini, pihaknya juga berkolaborasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri untuk menata instalasi listrik di kawasan tersebut.

“Nanti semua kabel dan instalasi listrik akan dipindahkan ke dalam tanah oleh ESDM, untuk menambah kerapian,” tuturnya.

Sementara terkait persoalan aset, Said menjelaskan, bahwa sebagian besar pekerjaan revitalisasi yang akan dikerjakan nanti berada diaset milik M Yatir dan sudah dihibahkan oleh yang bersangkutan.

Sedangkan, untuk aset milik Pemko Tanjungpinang yakni yang ada di pusat kuliner tersebut, sejauh ini masih intens dibahas bersama dengan Pemko Tanjungpinang.

“Jadi untuk masalah aset hanya tinggal yang milik Pemko saja yang masih kita bahas bersama,” pungkasnya.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini