Beranda Headline

400 Anak di Tanjungpinang Alami Stunting, Nomor Dua Tertinggi Setelah Kota Batam

0
Wakil Wali Kota Endang Abdullah saat memimpin rapat bersama Kadis Kesehatan Elfiani Sandri membahas masalah stunting-f/zulfan-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri mengatakan, hingga saat ini, data anak yang terkena stunting di Tanjungpinang sebanyak 3,4 persen atau sekitar 400 anak.

Menurutnya, data tersebut didapat dari hasil penimbangan anak, yang dilakukan oleh puskesmas-puskesmas dan kader posyandu di Tanjungpinang.

Ia menjelaskan, stunting adalah kondisi serius pada anak, yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata.

“Tubuh anak tidak berkembang dengan baik sesuai usianya yang berlangsung dalam waktu lama,” kata Elfiani, Kamis (3/2/2022) usai melakukan rakor penanganan stunting di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Barat, bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah.

Kendati demikian, ia berharap stunting di Tanjungpinang ini bisa segera teratasi. Mengingat, pihaknya kerap melakukan program perbaikan gizi dan kesehatan ibu hamil.

“Apalagi ke depan, sesuai pernyataan pak wakil akan ada inovasi baru yakni program bernama ‘Genit’ (gerakan edukasi, deteksi dini, dan Intervensi stunting),” tukasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah mengatakan, saat ini Tanjungpinang nomor dua tertinggi setelah Kota Batam.

“Data tersebut berdasarkan hasil survei nasional,” terangnya.

Dengan demikian, pihaknya tengah serius mencari solusi untuk penanganan stunting di Tanjungpinang tersebut.

“Sesuai arahan Provinsi Kepri, setiap kabupaten/kota harus zero stunting. Nah dengan pengumpulan data dan adanya inovasi baru nanti ini maka akan bisa segera melakukan penanganan stunting tersebut,” tukasnya.(zul)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini