Jokowi Minta Pembangunan Waduk Sei Gong Dipercepat

example banner

Presiden Jokowi minta pembangunan waduk Sei Gong, Galang, Batam dipercepat.

BATAM (HAKA) – Gubernur H Nurdin Basirun mendapat pesan khusus dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/3/2017). Pesan itu, adalah tetap membawa Kepri semakin maju.

“Pesan Pak Presiden, jaga Kepri tetap kondusif. Bawa Kepri semakin maju,” kata Gubernur Nurdin di Bandara Hang Nadim, usai mendampingi Presiden dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Batam.

Pesan itu disampaikan saat Nurdin mendampingi Jokowi meninjau pembangunan bendungan (waduk) Sei Gong, Galang. Presiden Jokowi beserta istri, Iriana Jokowi tiba di waduk Sei Gong sekitar pukul 12.15 WIB bersama Gubernur Kepri dan istri, Noorlizah Nurdin.

Presiden Jokowi minta proyek pembangunan waduk Sei Gong, dipercepat. Nantinya, bendungan ini akan menyuplai kebutuhan air baku di Galang, Rempang, dan Kota Batam.

“Kami harapkan ini akan selesai. Rencananya pada akhir 2018, tapi tadi kami berbincang, pertengahan tahun depan sudah bisa selesai,” kata Jokowi, saat meninjau waduk Sei Gong, Kamis, 23 Maret 2017.

Kehadiran Presiden langsung disambut Menteri PUPR Basoeki H, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Wako Batam HM Rudi, Kepala BP Batam Hatanto dan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto.

Di waduk, Presiden Jokowi mendapat penjelasan mengenai proyek waduk Sei Gong oleh Dirjen SDA Kementerian PUPR. Presiden RI Jokowi juga melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi proyek pengerjaan waduk Sei Gong bersama Menteri PUPR, Dirjen SDA, Gubernur Kepri, dan Kepala BP Batam.

Waduk Sei Gong dibangun untuk memenuhi air baku masyarakat, dan juga disiapkan sebagai sumber air baku bagi rencana pengembangan kawasan industri baru di pulau Galang. Bendungan ini juga salah satu dari 65 bendungan program strategis nasional pemerintahan Jokowi-JK.

Tipe waduk adalah bendungan urugan tanah dengan diafragma wall (rip-rap batu kosong pada bagian hulu dan hilir). Waduk yang dibuat dengan dana sekitar Rp 238,4 miliar ini, pekerjaannya dimulai pada tanggal 5 November 2015 sampai dengan 18 Desember 2018.

Waduk seluas 355 hektare ini akan bisa menampung air sekitar 11 juta meter kubik. Sampai kini, progres fisik mencapai 35,18 persen dan Progres keuangan sudah terealisasi 32 persen.

Tampak hadir dalam kunjungan itu Menteri Sosial Khofiffah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Prof Nila Anfasa Muluk, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi dan Menteri PUPera Basoeki Hadimoeljono. Hadir juga Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Yunan Harjaka, Sekdaprov Kepri HTS Arif Fadillah. (red/humas pemprov)

example banner
author

Author: 

Tinggalkan Balasan