Beresiko Kapal Terbakar dan Tenggelam, Bupati Hamid Surati BPH Migas

example banner

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal saat mengikuti rapat dengan BPH Migas-f/istimewa-humas pemkab

NATUNA (HAKA) – Mengatasi kendala penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Natuna, Bupati mengirimkan surat kepada Kepala BPH Migas, dengan nomor 540/Migas-SETDA/2019 tanggal 13 September 2019.

Dalam surat tersebut dijelaskan, bahwa ada 4 (empat) titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BBM Satu Harga, yang tersebar di wilayah Kabupaten Natuna.

Namun kata Hamid Rizal, ada beberapa kendala yang dialami oleh para Lembaga Penyalur BBM Satu Harga tersebut.

Di antaranya, tidak tersedianya kapal pengangkut BBM standar yang dapat mendistribusikan BBM ke pulau-pulau di wilayah Kabupaten Natuna.

“Saat ini, pendistribusian BBM tersebut masih menggunakan kapal-kapal kayu dan menggunakan drum-drum plastik. Sehingga sangat beresiko terjadinya bahaya kebakaran dan tenggelamnya kapal-kapal kayu yang mengangkut solar ke Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di Kecamatan Pulau Laut,” papar Hamid Rizal.

Bahkan pihaknya mencatat, sejauh ini telah terjadi insiden kecelakaan kapal pengangkut BBM Satu Harga, di wilayah Kabupaten Natuna, yang menyebabkan korban jiwa.

Potensi gelombang tinggi di Perairan Kabupaten Natuna yang bisa mencapai ketinggian 5 meter, juga menjadi kendala tersendiri.

“Sehingga tidak kondusif untuk aktifitas transportasi laut guna mendistribusikan BBM Satu Harga ke antarpulau,” tukasnya. (dan/humas).

example banner
author

Author: 

Tinggalkan Balasan