Beranda Daerah Tanjungpinang

Unik..Pemprov Bikin Pengadaan Sapi Kurban, Amalannya?

0
Mantan Pj Gubernur Kepri Agung Mulyana saat menyerahkan sapi kurban dari sumbangan pegawai Pemprov Kepri

TANJUNGPINANG (HAKA)-Di tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menyumbang sapi untuk hari raya Idul Adha, atau hari raya kurban dengan cara mengumpulkan sumbangan dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kepri, yang sudah layak berkurban.

Nah di tahun ini, Pemprov Kepri punya kebijakan unik dengan memasukkan pengadaan sapi kurban di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri Tahun Anggaran 2017. Artinya, Pemprov Kepri akan melelang pengadaan sapi yang sifatnya bukan untuk peternakan, melainkan untuk ibadah hari raya kurban.

Saat hariankepri.com menelusuri hal ini ke biro yang menangani masalah sapi kurban, tidak ada satupun ASN di biro tersebut berani membeberkan mengenai program pengadaan sapi ini. Ketika ditelusuri di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kepri, nomenklatur pengadaan sapi untuk kurban memang belum muncul.

Namun dari salah seorang pegawai di Biro Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Kepri, menyampaikan memang ada rencana lelang untuk pengadaan sapi yang akan digunakan pemprov pada hari raya kurban mendatang.

“Coba cek di LPSE kalau sudah muncul. Setahu saya ada, tapi belum diproses lelangnya,” ungkap salah seorang ASN di ULP Kepri

Menanggapi hal ini, Ketua DPW Muhammadiyah Provinsi Kepri Yudi Carsana mengatakan, pada tahun sebelumnya di saat Idul Adha, para kepala SKPD menyumbangkan uang pribadinya untuk membeli sapi kurban dan dibagikan ke masyarakat yang kurang mampu.

“Iya tahun ini katanya uang sumbangan dari pejabat tersebut ditiadakan, dan untuk sapi qurban sekarang ini dibebankan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri,” ujarnya.

Yudi mengatakan, ketika membeli sapi dengan menggunakan uang APBD, maka hukumnya itu adalah sumbangan atau hibah. Bukan lagi menjadi hukum amal ibadah saat berqurban..

“Ya sumbanganlah itu namanya, yang dapat pahala itu provinsi bukan pejabatnya,” ucapnya.

Yudi mengharapkan agar gubernur bisa mengimbau kepada pejabatnya agar bisa berkurban dengan uang pribadi. “Karena dalam agama, untuk melaksankan kurban harus dari hasil keringat kita sendiri,” tutupnya. (fik/zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here