Beranda Headline

Target Ansar, Pada 17 Agustus Vaksinasi Kepri Tembus 70 Persen

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat mengecek lokasi karantina di Lingga-f/istimewa-humprohub

LINGGA (HAKA) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad berharap, pada Hari Kemerdekaan nanti tanggal 17 Agustus 2021, Provinsi Kepulauan Riau akan mendeklarasikan tujuh puluh persen sasaran vaksin.

Ansar yakin, apabila target 50 persen vaksinasi di akhir Juni bisa tercapai, maka untuk memvaksin 70 persen warga Kepri bisa rampung di bulan Agustus.

“Kita harus kejar terus itu, karena sekarang kita sudah nomor tiga urutan vaksinasi nasional di bawah Jakarta dan Bali. Beberapa minggu ke depan kita sudah harus nomor satu di peringkat nasional, kita akan kerja keras,” ucap Gubernur Ansar saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di halaman Gedung Nasional, Dabo, Lingga, Selasa (15/6/2021).

Sasaran vaksinasi di Kepri sendiri berjumlah 1.402.331 orang. Sampai dengan 14 Juni 2021 capaian vaksinasi di Kepri mencapai angka 341.547 orang atau 24,34 persen. Capaian ini di atas capaian rata-rata nasional yang ada di angka 11,38 persen.

Keyakinan Gubernur Ansar untuk target di bulan Agustus juga didukung dengan program “Nasi Kapau” yang digagas oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman.

“Nasi Kapau” adalah program vaksinasi menjangkau pulau-pulau untuk menggenjot vaksinasi di pulau-pulau pesisir Kepulauan Riau.

Selain program “Nasi Kapau” yang digagas oleh Polda Kepri, juga ada program mobile vaksin “Gurindam 12” yang digagas oleh Korem 033/ Wira Pratama. Gubernur Ansar sangat mengapresiasi inovasi-inovasi yang dicetuskan oleh Polda dan Korem.

“Karena kondisi geografis Kepri yang berbentuk pesisir, maka program “Nasi Kapau” ini sangat membantu kita menyentuh masyarakat di pulau-pulau,” tutur Gubernur Ansar.

Di Lingga, Gubernur Ansar juga meninjau tempat karantina terpadu di Politeknik Dabo. Disini Gubernur Ansar melihat fasilitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 yang tidak memiliki fasilitas karantina mandiri yang memadai di rumahnya.

Total terdapat 35 tempat tidur di Politeknik Dabo, terdata hanya dua pasien yang pernah masuk pusat karantina terpadu tersebut dan sudah dinyatakan sembuh.

“Tempat ini disediakan supaya lebih mudah mengontrol suspek Covid-19, saya lihat tadi tempat ini kosong itu artinya indikasi Covid di Lingga sudah menurun. Namun kita jangan lengah harus terus waspada,” tukasnya. (kar/humprohub)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here