Beranda Headline

Simpang Batu 7 Masih Disekat, Warga Kota Piring Demo

0
Warga turun aksi di simpangan jalan lampu merah Kota Piring, Batu 7, karena akses jalur tersebut masih ditutup oleh petugas-f/masrun-hariankepri.com my l

TANJUNGPINANG (HAKA) – Selasa (10/8/2021) pagi, arus lalu lintas di simpang Melayu Kota Piring Batu 7, kembali normal setelah dibuka oleh pihak Satlantas Polres Tanjungpinang.

Namun beberapa jam kemudian tepatnya Sore hari. Petugas memasang kembali pembatas jalan traffic cone, menjadi satu arah dari Jalan DI Panjaitan Batu 7 ke Jalan WR Supratman.

Akibatnya, pada Kamis (12/8/2021) pagi, banyak masyarakat Kota Tanjungpinang merasa keberatan dengan penyekatan jalan tersebut. Khususnya, warga Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Puluhan warga Melayu Kota Piring, baik dari kalangan ibu-ibu maupun laki-laki turun ke lokasi penyekatan.

Rusli seorang warga Kota Piring mengungkapkan kekesalannya. Pihaknya berbondong-berbondong ke jalan ini, karena harus memutar jauh, sejak PPKM diberlakukan.

“Kita pergi ke pasar dari subuh kita harus berputar jauh,” ucapnya dengan nada kesal di lokasi.

Ia pun mempertanyakan, kenapa hanya warga Kota Piring saja yang ditutup akses jalannya seperti ini. Warga lain, di Kota Tanjungpinang tidak disekat satu jalur.

Padahal Posko Penyekatan PPKM di perbatasan Kota Tanjungpinang dan Bintan sudah dibuka dan mobilitas kendaraan berjalan normal.

“Kok orang lain tidak disekat seperti ini, hanya kami aja. Kondisi sekarang sudah makin dipersulit untuk beraktivitas,” terangnya.

Sementara itu, Ion warga RT2/RW8 Air Raja Air Raja juga mengatakan kekesalannya. Sebab, hanya jalur jalan warga di sini yang disekat.

Adapun disekat, kata dia, harus dibuka akses jalan khusus motor, agar warga di sini bisa lewat.

“Kami mohon pak, buka akses jalannya, walaupun hanya untuk motor aja. Kasihan masyarakat kami,” pungkasnya.

Warga Kota Piring yang ada di lokasi, tidak akan membubarkan diri. Sebelum, Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando dan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, menjumpai mereka di lokasi.

“Kami tidak akan bubar dari sini. Kami tunggu Kapolres dan Wali Kota untuk bernegosiasi,” tutur sejumlah ibu-ibu dan bapak-bapak lainnya. (rul)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here