Beranda Headline

Realisasi Belanja Tinggi, Mendagri Tito Apresiasi Pemprov Kepri

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mendampingi Mendagri Tito Karnavian saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, pada Maret 2022 lalu-f/zulfikar-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Mendagri Tito Karnavian, mengapresiasi kinerja sejumlah Pemprov di Indonesia, termasuk Provinsi Kepri yang realisasi belanja APBD-nya cukup tinggi.

“Apresiasi kita sampaikan kepada Pemda yang berhasil mencatatkan angka realisasi belanja yang cukup tinggi,” katanya saat memimpin Rakor secara hybrid bersama gubernur, bupati, wali kota, dan Forkompinda se Indonesia, Senin (5/12/2022).

Dalam Rakor itu, Tito memaparkan, berdasarkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri per 2 Desember 2022, terdapat lima provinsi di Indonesia yang realisasi belanjanya tertinggi.

Yaitu, Lampung sebesar 83,95 persen, Jawa Barat 83,44 persen, Jawa Tengah 78,79 persen, Kepulauan Riau 78,51 persen, dan Maluku 77,62 persen.

Tito juga waktu itu menekankan, jelang berakhirnya tahun anggaran 2022, seluruh pemda di Indonesia diminta untuk semakin mempercepat realisasi belanja APBD.

“Langkah tersebut perlu dilakukan Pemda terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi termasuk (untuk) mengendalikan inflasi,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis oleh Ditjen Keuda Kemendagri, dari total Rp 3,965 triliun uang APBD Kepri, per 2 Desember 2022 saat ini uang yang tersisa di APBD Kepri sebanyak Rp 565,62 miliar. Angka itu, jauh berada di bawah angka rata-rata sisa APBD Provinsi se-Indonesia yang sebesar Rp 1.953 triliun.

Percepatan realisasi belanja APBD tahun 2022 menjadi konsen utama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di tahun anggaran 2022. Orang nomor satu di Provinsi Kepri itu selalu menginstruksikan seluruh OPD untuk memaksimalkan serapan belanja di tahun 2022.

Hal itu kata dia, bertujuan untuk merealisasikan program percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

“Diharapkan belanja daerah itu dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi itu. Karena kita yakin setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah pasti akan memberikan multiplier effect ekonomi ke masyarakat. Karena itu harus dipercepat,” katanya, pada Senin (6/12/2021) lalu.(kar)







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini