Beranda Headline

Punya Fasilitas Lengkap, Agrowisata Poyotomo Pilihan Pas untuk Berwisata

0
Pengunjung ketika berwisata di Agrowisata Poyotomo, Bintan-f/arga-hariankepri.com

BINTAN (HAKA) – Keindahan pantai di Kabupaten Bintan memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, jika ingin suasana lain ketika berlibur ke Bintan, maka, Persawahan Agrowisata Poyotomo dapat menjadi alternatif yang pas.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Kepri, Guntur Sakti, menyampaikan, di sana pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan persawahan, serta udara yang sejuk karena lokasinya tepat berada di bawah kaki Gunung Bintan.

“Agrowisata sawah ini bisa menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata,” katanya.

Di sana, juga punya sejumlah fasilitas lengkap untuk menghabiskan waktu berlibur. Seperti, kolam pemancingan yang ukurannya cukup besar.

Jika beruntung, bisa langsung menikmati ikan hasil tangkapan di kolam tersebut. Namun, harus terlebih dahulu membayar kepada pihak pengelola.

“Untuk bakar di tempat juga tersedia alat pembakar dan tentu ada biaya tambahan untuk sewa alat pembakarnya,” ucapnya.

Fasilitas lain yang ditawarkan di sana, lanjut Guntur, yakni taman bunga yang berisi beragam jenis bunga. Selain sebagai sarana edukasi, taman bunga tersebut juga menjadi spot yang instagramable untuk diabadikan.

Pengunjung saat berkemah di Agrowisata Poyotomo, Kabupaten Bintan-f/zulfikar-hariankepri.com

“Di Poyotomo juga bisa digunakan untuk berkemah. Pengelola menyediakan, lokasi perkemahan dengan dengan pemandangan yang asri,” sebut Guntur.

Dengan segala keunggulan dan kecantikan alam yang ada di Poyotomo, maka, rugi rasanya jika berkunjung ke Bintan tidak singgah ke sana. Lokasi Poyotomo sendiri berada di Jalan Bintan Enau Gunung Bintan.

Menparekraf, Sandiaga Uno ketika berkunjung ke Poyotomo pun mendorong, agar Pemprov Kepri dapat terus mengembangkan destinasi wisata alam di Kepri.

Karena menurutnya, saat ini destinasi wisata alam sangat diminati oleh para wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

“Tren terbaru pariwisata (sekarang) di atas 50 persen menyasar wisata alam atau nature, culture dan adventure,” katanya, pada Minggu (31/12/2023) lalu.

Baca juga:  KPU Tanjungpinang Butuh 4.459 Orang untuk Jadi KPPS, Gajinya Rp 1,2 Juta

Sandi waktu itu menyarankan, pengembangan wisata alam di Kepri tidak hanya sebatas pada objek, tapi juga harus disertai dengan pengembangan ke arah edukasi.

“Terutama berkaitan dengan edukasi berbasis flora dan fauna. Di mana di sini juga ada ekosistem alam yang tidak bisa ditemui mungkin di Malaysia dan Singapura. Ini jadi bagi sekolah-sekolah bisa mengirimkan beberapa programnya ke sini,” paparnya. (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini