Beranda Headline

Provinsi Kepri Nihil Kasus PMK pada Hewan Ternak

0
Sekdaprov Kepri yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan PMK, Adi Prihantara saat memimpin rapat penanganan PMK di Kantor Gubernur Kepri, Juli 2022 lalu-f/istimewa-diskominfo kepri

TANJUNGPINANG (HAKA) – Berdasarkan data yang dirangkum dari laman siagapmk.crisis-center.id, terhitung Rabu 10 Agustus 2022, Provinsi Kepri dinyatakan sebagai daerah dengan zero kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DP2KH) Provinsi Kepri, Rika Azmi, ketika dikonfirmasi pun membenarkan hal tersebut.

“Iya, sudah zero case (kasus) PMK,” katanya saat dihubungi hariankepri.com, Rabu (10/8/2022).

Sebagaimana diketahui, wabah PMK pada hewan ternak di wilayah Provinsi Kepri mulai terdeteksi pertama kali pada 5 Mei 2022 lalu.

Menurut Ketua Satgas Penanganan PMK Provinsi Kepri, Adi Prihantara, wabah itu diketahui berdasarkan hasil uji Lab Pusvetma.

Atas temuan itu, Pemprov Kepri melalui Satgas Penanganan PMK Provinsi Kepri langsung melakukan sejumlah upaya kesiagaan dan tindakan.

Seperti, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan pemasukan ternak ruminansia sapi, kerbau, kambing dan domba dan babi serta produknya terutama daging dan susu.

“Selain itu, juga dilaksanakan peningkatan pengawasan lalu lintas hewan di check point antar provinsi melibatkan pihak Kepolisian, tidak mengeluarkan rekomendasi/izin pemasukan ternak rentan PMK dari daerah tertular PMK,” katanya.

Kemudian, sambung Sekdaprov Kepri itu, Satgas Penanganan PMK bersama stakeholder terkait juga melakukan, peningkatkan biosekuriti dan biosafety, dan berkomitmen dalam penyediaan sumber daya termasuk penganggaran pengendalian dan penanggulangan PMK.

“Sebagai langkah lainnya dibentuk Tim Gugus Tugas Kesiagaan dan Kewaspadaan PMK Provinsi Kepri yang melibatkan semua sektor, instansi, dan stakeholder terkait,” jelasnya.

Selain itu, ada juga upaya peningkatan sumber daya kesehatan hewan baik dalam segi kualitas dan kuantitas. Hal yang tak kalah pentingnya, memberikan edukasi dan informasi terkait risiko PMK di pintu-pintu masuk karantina pertanian dan pintu masuk, baik kepada Puskeswan, peternak, masyarakat dan pelaku usaha.

“Langkah ini dilakukan guna mencegah meluasnya penyebaran PMK dan meminimalisir kerugian ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan oleh Pemprov Kepri untuk mencegah mewabahnya PMK yakni dengan melakukan vaksinasi pada hewan ternak. (kar)





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini