Beranda Daerah Bintan

Pinjam Punya Orang, Petani Sorgum Minta Pemkab Bintan Adakan Traktor

0
Ketua Perkumpulan Tani Milenial Kreatif, Rusdi memegang batang sorgum-f/masrun-hariankepri.com

BINTAN (HAKA) – Perkumpulan Petani Milenial Kreatif, telah melakukan uji coba menanam komoditas sorgum, di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara (Binut).

Perkebunan sorgum yang dimulai pada awal Maret 2022 lalu itu, ditanam di lahan dengan luas sekitar 250 meter persegi

“Dari uji coba itu berhasil, kami panen sekitar 1 ton,” ucap Ketua Perkumpulan Petani Milenial Kreatif, Rusdi, usai diskusi dengan Ketua HA IPB Kepri, Rika Azmi di lokasi kebun sorgum, Jumat (19/8/2022).

Ia mengaku bibit sorgum yang mereka panen itu, dari salah satu pejabat Pemprov Kepri, Raja Ariza.

“Kami juga meminjam mesin traktor milik beliau untuk bajak lahan,” terangnya.

Rusdi mengatakan, penanaman sorgum lebih mudah perawatannya, jika dibandingkan dengan jagung. Lalu potensi bisnisnya juga lebih bagus.

“Ternyata ada support dari yang lain. Sehingga tahap kedua ini, kami perbanyak dengan luas lahan sekitar 1,5 Hektare (Ha), tuturnya.

Rusdi menerangkan, pihaknya telah memiliki rencana besar, berupa pengembangan produktifitas tanaman sorgum. Namun, terkendala lahan serta alat pembajak lahan seperti mesin traktor.

Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bintan agar memprogramkan bantuan mesin traktor untuk perkumpulan petaninya.

“Itu yang kami perlukan sekarang, karena selama ini kami masih meminjam mesin itu,” harapnya.

Kendala lainnya sambung Rusdi, adalah benih. Sehingga, pihaknya harus membeli bibit dari Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) atau Sukabumi, Jawa Barat.

“Ada biaya lebih yang harus kami keluarkan untuk kebutuhan usaha sorgum di sini,” tambahnya.

Rusdi juga mengapresiasi Pemprov Kepri, yang telah menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) guna melakukan pendampingan secara akademis. Baik tentang proses pembibitan maupun pengembangan produktifitas pertanian sorgum ke depannya.

“Berarti ada kepedulian dari pemerintah. Mudah-mudahan dengan adanya pendampingan dari IPB, ada hal-hal yang tidak bisa kami tangani dapat terwujud,” pungkasnya. (rul)

Baca juga:  Program OVOC IPB: Mulai dari Latih Petani Hingga Tanam Bersama Benih Sorgum

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini