Beranda Daerah Bintan

Periksa Pasien Sambil Mabuk Tuak, Oknum Honorer di RSUD Bintan Dipecat

0
Suasana di RSUD Bintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur-f/masrun-hariankepri.com

BINTAN (HAKA) – Tenaga honorer berinisial JS (26) yang bertugas sebagai radiologi RSUD Bintan, Kijang, Bintan Timur (Bintim) diusulkan ke BKPSDM Bintan untuk dipecat.

“Karena yang bersangkutan saat melayani pasien di radiologi, dalam kondisi mabuk minuman tuak, pada Sabtu (2/3/2024),” ucap Kasi Humas RSUD Bintan, Supatmi saat ditemui di rumah sakit itu, Selasa (5/3/2024).

Usulan pemecatan itu, kata Supatmi, berdasarkan hasil rapat Komite RSUD Bintan, Senin (4/3/2024), yang tertuang dalam berita acara rapat serta berita acara pemeriksaan (BAP) JS.

“Bahwa JS mengakui salah, sedang mabuk tuak saat memeriksa pasien,” tegasnya.

Supatmi menerangkan kronologi kejadian itu. Pada Sabtu (2//2024), ada pasien kecalakaan lalu lintas (laka lantas). Lalu, pasien itu dibawa ke ruang radiologi untuk pemeriksaan pertama agar mengetahui kondisi tubuhnya.

Ternyata, piket malam itu adalah JS. Oknum honorer ini pun masuk untuk memeriksa pasien dalam keadaan sempoyongan lantaran mabuk.

“Keluarga pasien tak terima karena bau minuman dan sempoyongan. Jadi, kami perintahkan securiti untuk amankan JS, malam itu juga,” jelasnya.

Sedangkan, pasien tetap dilayani dengan baik oleh tenaga medis radiologi lainnya.
“Kami tetap layani pasiennya,” ucapnya.

Supatmi kembali menerangkan, oknum JS menjadi honorer di RSUD Bintan melalui SK Pemkab Bintan, sejak Januari 2024 lalu.

“Yang bersangkutan dibutuhkan di rumah sakit. Karena pekerjaan di bidang radiologi sangat dibutuhkan. Harusnya petugas ruangan radiologi 5 orang, tapi JS sudah dikeluarin tersisa 4 orang sekarang,” jelasnya.

Menurut Supatmi, berdasarkan keterangan JS, bahwa dia sudah biasa minum ketika masih bekerja di Sumatera Utara.

“Dia kerja di sini baru dua bulan. Dia punya beban sama orang tua nya yang lagi sakit-sakitan. Jadi kata dia, untuk hilangkan stresnya dia minum. Dia juga sudah sering diingatkan sama teman-teman kerjanya untuk tidak minum saat masuk kerja,” tambahnya.

Baca juga:  Hanya DPP dan Panlih yang Tau Alasan AW Mundur

Supatmi juga mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan sikap JS itu. Pasalnya, yang bersangkutan tipikal penurut selama bekerja di sini.

“Orangnya baik, tidak ada masalah sama rekan-rekan kerja maupun pegawai di sini,” pungkasnya. (rul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini