Beranda Headline

Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Molor Lagi, Baru Dimulai Tahun 2022

2
Pj Gubernur Kepri, Suhajar Diantoro-f/istimewa-humprohub kepri

TANJUNGPINANG (HAKA) – Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan yang ditargetkan dimulai pada akhir 2021 batal terealisasi.

Penjabat (Pj) Gubernur Kepri, Suhajar Diantoro dalam rapat bersama Menteri PPN/Bappenas, Suharso Manoarfa menyampaikan, bahwa pembangunan jembatan yang nantinya akan menyambungkan Pulau Batam dan Bintan itu baru akan dimulai pada 2022 mendatang.

“Proyek (Jembatan Babin) ini akan dimulai tahun 2022,” katanya, Rabu (23/2/2021).

Suhajar memaparkan, di tahun 2021 ini akan difokuskan untuk penyusunan Detail Enginering Desain (DED) proyek tersebut.

“Nantinya panjang jembatan itu lebih kurang 7 kilometer, ditambah dengan keseluruhan jalannya ± 14 km,” jelasnya.

Disampaikannya juga, pada 2021 ini juga akan difokuskan untuk pembebasan tanah seluas 3 hektar di Kabupaten Bintan tepatnya di Sri Kuala Lobam.

“Lahan itu untuk kaki jembatan di Pulau Bintan. Pembebasan lahannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi bersama Pemkab Bintan,” paparnya.

Selanjutnya, ada juga pembebasan lahan di Pulau Bau dan Tanjung Sauh. Untuk membebaskan lahan di dua pulau itu nantinya akan menjadi tanggungjawab konsorsium swasta.

“Sedangkan lahan untuk tapak tanah di Pulau Batam seluas 20 hektar akan menjadi tanggung jawab BP Batam,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPRP Provinsi Kepri, Abu Bakar menyampaikan, rencana pembangunan Jembatan Babin masuk dalam daftar 25 proyek nasional, yang pembangunannya menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pembangunan jembatan itu, ujarnya, masuk dalam rencana Kementerian PUPR bersama pembangunan jalan Tol di sejumlah daerah di Indonesia yang pembangunannya ditargetkan teralisasi di Kuartal I 2021.(kar)

Loading...


2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here