Beranda Headline

Omicron Terdeteksi di Singapura, Pemprov Kepri Perketat Pintu Masuk Internasional

0
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana-f/zulfikar-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Singapura mengumumkan dua kasus pertama Omicron, varian baru Covid-19, kemarin.

Menurut Kementerian Kesehatan, kasus itu berasal dari dua penumpang yang terbang dari Afrika Selatan ke Singapura. Keduanya telah diuji positif untuk varian Omicron Covid-19.

“Kedua penumpang itu sudah diisolasi setibanya di Singapura pada 1 Desember. Mereka belum berinteraksi di masyarakat,” kata Kementerian Kesehatan, dilansir dari Tempo.co, Jumat (3/12/2021).

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, menyampaikan, Pemprov Kepri akan mulai memperketat pintu masuk pelabuhan serta bandara internasional di Kepri.

“Artinya kita tidak menutup akses, tapi aksesnya terbatas. Pertama hanya untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia,red) dan untuk pelaku perjalanan bisnis,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Pemprov Kepri juga akan melakukan pemeriksaan PCR bagi para PMI dan pelaku perjalanan bisnis dari Singapura yang datang ke Kepri.

Setelah itu, para pelaku perjalanan internasional tersebut baik WNI maupun WNA, juga diwajibkan untuk menjalani karantina selama 10 hari.

Pemberlakukan karantina selama 10 hari tersebut, merujuk pada Addendum Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam SE itu juga, ujarnya, disebutkan, bagi pelaku perjalanan internasional baik WNI maupun WNA, pada hari ke-9 karantina juga akan dilakukan tes PCR kedua.

Dalam kesempatan itu, Tjetjep juga menyampaikan, Omicron, yang merupakan varian baru virus Covid-19 itu dianggap berbahaya, karena memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan dengan varian virus Covid-19 lainnya.

“Bayangkan saja, baru tanggal 9 November virus ini ditemukan, sekarang sudah tersebar diberbagai negara eropa. Bahkan, Singapura dan Malaysia,” tuturnya.

Omicron juga lanjutnya, membuat efektifitas vaksin terhadap virus Covid berkurang. Meskipun, sampai saat ini belum diketahui berapa persen pengurangan efektifitas vaksin tersebut, namun, dipastikan karena virus ini membuat efektifitas vaksin Covid-19 akan berkurang.

“Karena ini virus yang baru kita belum menemukan rilisnya, berapa efektifitas penurunan kekebalan karena virus ini,” tuturnya.(kar)



example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here