Natuna Bangkrut Jika Tidak Ada DBH Migas

example banner

Share this:

Ketua DPRD Natuna, Yusripandi

NATUNA (HAKA) – Selain sebagai daerah terluar di utara Indonesia, Kabupaten Natuna juga dikenal dengan sebagai daerah yang kaya raya. Sebabnya, karena Natuna dikenal sebagai penghasil migas. Selama bertahun-tahun Natuna menikmati dana bagi hasil (DBH) migas hingga ratusan miliar rupiah setiap tahunnya. Tanpa DBH Migas, Natuna akan bangkrut.

Loading...

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Natuna, Yusripandi, Senin (20/2/2017). Menurutnya, Migas tak boleh dilupakan. Sebab, migas sudah menjadi sumber kekayaan Natuna yang paling berharga. “Kita bangkrut bila tidak ada DBH Migas.”

Selama ini, jelas Yusripandi, gerak laju pembangunan di daerah sebagian besarnya terpacu oleh dana yang bersumber dari minyak dan gas.

“Dalam setiap tahunnya pada tahun-tahun sebelumnya anggaran kita sebagian besar berasal dari DBH Migas. Cuma beberapa tahun belakangan ini dana dari sektor ini hanya Rp. 11 miliar saja akibat dari kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya.

Selain sebagai modal utama pembangunan, Migas juga sebagai ikon Natuna yang mana Natuna pertama sekali dikenal dengan migas. Hal ini disampaikannya untuk mengingatkan Pemkab, agar tidak menomorduakan sektor migas. Dan, harus diperjuangkan ke pusat. (fer)

example banner
Beri rating artikel ini!
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan