Beranda Headline

Kurangi Emisi Rumah Kaca di Kepri, Kementerian LHK Gelar Workshop II

0
Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Kemen LHK, Nurul Iftitah, Kadis LHK Provinsi Kepri, Hendri foto bersama di CK Hotel Tanjungpinang, Rabu (12/7/2023)-f/zulfikar-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menggelar Workshop II, Penyusunan Renja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Kepri, di CK Hotel, Kota Tanjungpinang, Rabu (12/4/2023).

Workshop ini dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri Hendri. Juga dihadiri perwakilan pemda se-Kepri, akademisi, Kesatuan Pengelolaan Hutan Kepri, seluruh kepala BP Kawasan di Kepri, serta LSM.

Kadis LHK Kepri, Hendri menyampaikan, pelaksanaan workshop ini merupakan tindak lanjut dari Workshop I di Provinsi Kepri yang berlangsung pada, Selasa (21/3/2023) lalu.

“Kami mengharapkan bantuan dari semua pihak untuk memberikan masukan dan tanggapan, agar dapat menghasilkan rencana kerja yang optimal dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca di Kepri,” katanya.

Hendri mengharapkan, melalui workshop ini dapat tersusun perencanaan serta target penurunan emisi gas rumah kaca di Provinsi Kepri sampai tahun 2030.

Selain itu, dia juga mengharapkan kepada seluruh stakeholder yang terlibat, agar dapat bekerja lebih efektif salah satunya yakni dengan melakukan upaya mitigasi.

“Dalam upaya ini juga butuh dukungan dari pengusaha terkait dengan CSR-nya. Mari kita sama-sama dari semua unsur bersatu padu mengurangi emosi gas rumah kaca di Kepri,” ajaknya.

Hendri dalam kesempatan itu juga mengapresiasi Kementerian LHK yang telah memberikan kepercayaan kepada Provinsi Kepri untuk melaksanakan penyusunan renja FOLU Net Sink 2030.

“Kami juga mengapresiasi kontribusi seluruh stakeholder yang terlibat. Semoga workshop ini semakin meningkatkan kerjasama antara pusat, daerah dan berbagai stakeholder untuk kemajuan pembangunan di Kepri,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Workshop I, Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Kemen LHK, Nurul Iftitah, menyampaikan, ada sejumlah hal yang disepakati dan akan ditindaklanjuti, yaitu, pembentukan tim penyusunan untuk penyusunan SK Gubernur Kepri tentang renja tingkat Provinsi Kepri.

Baca juga:  Lepas Peserta Tanjungpinang Run 10K, Rahma Bagi Bonus untuk Atlet Berprestasi

“Kemudian, mengindetifikasi pemangku kawasan hutan dan lahan di Provinsi Kepri, penetapan target-target lokasi hutan dan lahan yang nantinya akan dilakukan aksi mitigasi,” katanya, pada Selasa (21/3/2023), di CK Hotel, Kota Tanjungpinang.

Selain itu, sambungnya, dalam workshop tersebut, juga sudah dibahas tujuh rencana aksi mitigasi yang nantinya akan dilakukan di Provinsi Kepri.

“Itu semua tentunya untuk mendukung pencapaian Indonesia’s FOLU Net Sink 2030,” tuturnya.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini