Beranda Daerah Bintan

Korban Tenggelam di Sungai Hutan Ekang Mangrove Park Sempat Pakai Life Jacket

0
Jenazah Wahyu saat dievakuasi Tim SAR di sungai hutan Ekang Mangrove Park, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan-f/istimewa-basarnas tanjungpinang

BINTAN (HAKA) – Kabar duka datang dari Keluarga Besar Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Bintan. Pasalnya, seorang anggota GenPI bernama Wahyu Indra Rianto, usia 24 tahun meninggal dunia.

Ketua GenPI Kabupaten Bintan, Aprizal menerangkan, Wahyu meninggal setelah boat yang ditumpangi bersama dua rekannya mengalami kecelakaan (terbalik), di Sungai Ekang Mangrove Park, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, pada Minggu (5/9/2021) siang.

Rekan Almarhum Wahyu, bernama Benny Irianto usia 26 tahun juga dinyatakan meninggal dunia. Benny ini adalah warga Cikolek, Kecamatan Toapaya.

“Sedangkan, korban lainnya tekong boat bernama Riau, dapat diselamatkan dan dievakuasi ke rumah sakit, Tanjunguban,” terang Aprizal.

Aprizal menceritakan, peristiwa itu ketika pihaknya melakukan syuting, dalam rangka untuk mempromosikan wisata di lokasi wisata Ekang Mangrove Park tersebut.

Wahyu saat itu bertugas untuk merekam video serta foto di lokasi wisata. Nah, sebelum kecelakaan, dirinya sempat bersama para korban di atas boat.

“Selesai syuting saya pindah ke boat karet,” tuturnya.

Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju dermaga yang berjarak sekitar 1 kilometer (Km). Sedangkan, posisi Aprizal dan boat yang ditumpangi Wahyu dan kawan-kawan (dkk) berada di belakang sekitar 15 meter.

“Tiba-tiba boat mereka terbalik. Mungkin karena hilang keseimbangan. Wahyu, Benny dan Riau pun terjatuh ke sungai hutan magrove,” terangnya.

Melihat kejadian, dirinya bersama rekan lain balik arah untuk menolong mereka. Alhasil, Riau berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit.

Beberapa saat kemudian, Benny juga ditemukan dalam kondisi kritis. Pihaknya, mengevakuasi Benny ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan.

Setelah beberapa jam kemudian, Tim SAR Gabungan dari Basarnas Tanjungpinang dan kepolisian serta warga setempat, melakukan pencarian ke lokasi.

“Tim SAR Gabungan, berhasil menemukan Wahyu, tapi dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 15.00 WIB,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Bintan, Wan Rudy Iskandar menambahkan, boat yang ditumpangi para korban masuk air karena bocor.

“Mereka menggunakan life jacket, tapai setelah itu mereka lepas,” pungkasnya. (rul)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here