Beranda Headline

Kontroversi Pejabat Wajib Fingerprint Salat Subuh, Gubernur: Itu Hoax

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun

TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun meluruskan, polemik soal kewajiban fingerprint bagi pejabat eselon II Pemprov Kepri saat safari dan Salat Subuh. Menurutnya, pemberitaan yang menyebutkan bila ia mewajibkan pejabat eselon II untuk fingerprint tersebut sangat keliru.

“Kita hanya mengimbau dan mengumpamakan. Jadi informasi yang ada sekarang itu hoax,” katanya, Selasa (5/3/2019).

Dijelaskan Nurdin, maksud dirinya soal fingerprint yang kini jadi perbincangan itu, hanyalah bentuk perumpamaan, dan salah satu strateginya untuk mengajak para pejabatnya Salat Subuh berjamaah.

“Jangan salah pengertian, saya menyampaikan bahwa setiap hari kita bisa “finger print” Subuh dengan Allah dan Malaikat, jadi bukan saya menyuruh fingerprint,” selorohnya.

Selain itu tegasnya, ia juga tidak pernah menerbitkan aturan baik dalam bentuk edaran maupun Peraturan Gubernur (Pergub), yang mewajibkan agar pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kepri khususnya yang muslim untuk mengikuti safari subuh.

“Saya hanya mengajak, tidak mengharuskan. Kenapa itu yang dipermasalahkan,” sebutnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan safari Subuh yang digagasnya tersebut juga tidak ada kaitannya dengan penilaian kinerja pejabat.

Kegiatan itu hanyalah upayanya untuk meningkatkan ketaatan beribadah bagi para pejabatnya kepada Allah Swt.

Sehingga, ia pun berpesan kepada pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kepri, yang tidak ikut dalam kegiatan safari atau tidak pernah sama sekali terlibat safari Subuh tidak perlu khawatir.

“Kan banyak kepala daerah lain di Indonesia yang mengajak pegawai dan masyarakat untuk taat Salat. Kok kegiatan baik seperti itu dinilai salah,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here