Beranda Daerah Bintan

Kerap Langganan Banjir, Bupati Roby akan Prioritaskan Pembangunan Kolam Retensi

0
Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan sedang berdialog dengan RW Kampung Pisang dan Camat-f/masrun-hariankepri.com

BINTAN (HAKA) – Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan, mengecek titik lokasi banjir di Kampung Pisang, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, pada Kamis (24/2/2022).

“Pasalnya, kampung itu sudah menjadi langganan banjir setiap tahun dan kerap merendam puluhan rumah warga,” ujar Bupati Roby.

Dari hasil pemantauan sementara dan berdialog dengan Ketua RW.07, Sulaiman dan beberapa warga lainnya, Roby mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Kepri, apakah sudah dianggarkan tahun ini atau belum.

“Jika provinsi belum dianggarkan, maka saya prioritaskan dianggarkan di APBD Perubahan tahun 2022 ini. Kalau saya lihat tadi, kendala saluran air banyak yang tersumbat,” terang Roby.

Selain Pemprov kata Roby, Dinas Perkim Kabupaten Bintan juga telah melakukan survei lapangan secara menyeluruh di Kampung Pisang itu.

Dirinya juga akan memanggil Dinas Perkim untuk mempresentasikan hasil, serta menentukan total anggaran yang akan dikerjakan nanti.

“Rencana pembangunan akan kaji tahap demi tahap, apakah pelebaran/pendalaman drainase, atau dibuatkan kolam retensi untuk pengalihan penampungan air,” jelasnya.

Roby menambahkan, di Bintan Timur ini ada beberapa lokasi terjadi banjir di pemukiman rumah warga selain Kampung Pisang. Di antaranya, Kampung Kuala Lumpur, Kampung Kolam, Barek Motor serta Tokojo.

“Untuk di kampung Kula Lumpur itu, sudah pasti karena telah dianggarkan oleh Provinsi Kepri tahun 2022 ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RW.07 Sulaiman menambahkan, pihaknya mengapresiasi Bupati Bintan Roby yang telah mengecek langsung kondisi lokasi banjir di wilayahnya, untuk mencari solusi dari permasalahan warga tersebut.

“Ini merupakan solusi untuk mengatasi banjir di kampung ini,” tutur Sulaiman.

Ia menerangkan, jika hujan ditambah air laut pasang, maka terjadi banjir bah setinggi tumit kaki orang dewasa.

“Kalau hujan seharian bisa merendam rumah warga setinggi 2 meter,” jelasnya.

Selama ini, menurut Sulaiman, warga telah bergotong royong untuk membersihkan material drainase. Namun, daerahnya rendah sehingga air tak mengalir ke laut.

“Malah air kembali mengalir di sini,” pungkasnya. (rul)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini