Beranda Daerah Lingga

Hutan Dibabat, Air Bendungan Gemuruh Jadi Keruh

0
Investasi di lapangan ditemukan tebing sungai yang runtuh karena hutannya dibabat.

LINGGA (HAKA) – Erosi dan longsor pada bagian hulu aliran sungai menjadi penyebab keruhnya air di bendungan Air Gemuruh, Dabo, Singkep, Kabupaten Lingga. Ada runtuhan tebing yang jatuh ke sungai di bagian hulu. Tebing itu runtuh karena di hutan di hulu sungai diduga ada kegiatan penebangan liar.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV yang memastikan hal tersebut. Lukman, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku di BWS Sumatera IV, mengatakan sudah cek langsung ke lapangan. Dan, menemukan penyebab keruhnya air di bendungan. Temuan tim investasi BWS dilaporkan ke Wabup Lingga di Daik, Rabu (15/3/2017).

Akibat keruhnya air bendungan yang menjadi air baku PDAM, manajemen terpaksa menghentikan sementara penyaluran air ke masyarakat selama 3 hari. Penghentian tersebut mendapat keluhan dari banyak konsumen.

Menurut Lukman, bendungan air baku yang dibangun BWS Sumatera IV di aliran sungai Air Gemuruh sudah sangat baik. Bahkan, dilengkapi dengan saluran pembuangan endapan material sedimen pada sisi bawah bendungan.

Tapi, karena adanya erosi dan reruntuhan tebing yang diduga akibat dari penebangan hutan secara liar di hulu sungai Air Gemuruh, memberi kontribusi cukup besar terhadapa kekeruhan air waduk itu.

“Dari lahan yang dibuka itu, memang ada sedimen. Tapi tidak sebesar kontribusi yang dibuat oleh longsor di hulu sungai. Saya juga masih mendengar ada bunyi mesin sinso (chainsaw) di bagian hulu bendungan. Kami minta, tolonglah sama-sama kita jaga fasilitas yang jadi kebutuhan orang banyak ini,” ungkapnya.

Bendungan yang dibangun BWS tersebut, lanjutnya, juga sebatas bendungan air baku, bukan air bersih atau air minum. Untuk menyalurkan air bersih ke masyarakat, merupakan kewenangan PDAM setempat. (ana)

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here