Beranda Daerah Bintan

Hasil Survei Konsultan, Ada 7 Desa di Bintan Jadi Pilot Project Penghasil PAD

0
Kepala Dinas PMDes Kabupaten Bintan, Ronny Kartika-f/masrun-hariankepri.com

BINTAN (HAKA) – Tim Konsultan dari Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah telah berkunjung serta mengecek masing-masing potensi di tujuh desa yang ada di Kabupaten Bintan, mulai Kamis (6/1/2022) hingga Sabtu (8/1/2022).

“Tim Konsultan Desa Ponggok ada dua orang yang ketuai oleh Winarno, datang ke desa-desa dan mengecek kondisi desa,” ucap Kepala Dinas PMDes Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, kemarin.

Kedua Konsultan Desa Ponggok itu, kata Ronny, membawa sejumlah hasil survei pemetaan awal, dan dokumen pendukung dari masing-masing desa untuk dibuatkan konsep pengembangan.

Kemudian, kedua tim itu menggodoknya bersama tim lannya di Ponggok, untuk melakukan pendampingan ke tujuh desa di Bintan selama tiga bulan pada tahun 2022 ini.

“Tujuh desa yang menjadi pilot project konsultan itu yakni, Desa Numbing, Air Glubi, Berakit, Teluk Bakau, Desa Toapaya, Toapaya Utara, dan Desa Kuala Sempang,” sebutnya.

Rencananya, Februari 2022, sambung Ronny, tim konsultan akan ke Bintan, dengan membawa konsep/gagasan untuk dipaparkan ke kepala daerah, Dinas PMDes serta desa-desa itu.

“Nanti, datang lagi memaparkan rancangan ideal dengan konsep pengembangan desa, sehingga menjadi desa yang memberikan penghasilan bagi PAD,” jelas Ronny saat dikonfirmasi hariankepri.com, Selasa (11/1/2022).

Dari hasil diskusinya bersama kedua tim selama tiga hari di Bintan, konsultan Ponggok akan fokus pada pengembangan serta manajemen peran BUMDes masing-masing desa.

Sebab, BUMDes menjadi induk pengembangan desa. Selain itu, badan usaha juga akan mengelola berbagai potensi lainnya baik di sektor wisata, kuliner, pertanian, perkebunan, perikanan hingga sektor lainnya yang mendatangkan nilai ekonomi bagi warga dan desa.

Misalnya, Desa Kuala Sempang yang saat ini sudah menjadi agrowisata. Untuk pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan dikoordinir oleh badan usaha desa.

“Ketika ada pengunjung di Desa Kuala Sempang untuk makan minum mereka. Maka BUMDes lah yang mengarahkan wisatawan untuk pesan ke UMKM – UMKM,” imbuh Ronny.(rul)



example banner

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini