Beranda Headline

Dingkis, Ikan yang Bertelur saat Imlek dan Dipercaya Pembawa Rezeki

0
Salah satu pedagang Ikan Dingkis di Pasar Bincen, Kota Tanjungpinang-f/dian-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Dalam setiap perayaan tahun baru Imlek, etnis Tionghoa memiliki kekhasan sendiri. Salah satunya adalah, keberadaan ikan Dingkis untuk dijadikan sajian saat perayaan imlek.

Reni salah satu tokoh masyarakat Tionghoa Tanjungpinang mengatakan, ikan Dingkis ini dipercaya sebagai ikan rezeki. Maka dari itu, tradisi masyarakat Tionghoa, pasti membeli ikan dingkis saat Imlek.

“Dan ikan dingkis ini akan bertelur saat imlek. Di hari biasa ikan ini tidak bertelur,” kata Reni yang juga Anggota DPRD Tanjungpinang, kepada hariankepri.com, Sabtu (3/2/2024)

Reni menambahkan, saat ikan dingkis bertelur, harganya akan melambung tinggi bisa mencapai antara Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu per kilogram.

“Tergantung ketersediaan, kalau lagi banyak bisa jadi murah. Kalau sedikit ikan dingkis bisa dijual sangat mahal,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ikan dingkis ini bisa dibilang sajian yang wajib ada, dan akan lebih nikmat lagi jika menyantapnya bersama keluarga kesayangan, karena bisa membawa rezeki.

“Menyajikannya bisa dibuat berbagai olahan. Bisa kukus atau steam, goreng, dan asam pedas,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepada hariankepri.com, salah satu pedagang Ikan, di Pasar Bincen Tanjungpinang, Abdul mengatakan, ikan dingkis ketika perayaan Imlek harganya bisa mencapai Rp 500 ribu per kilogram.

“Sekarang ini harganya masih normal di angka Rp 25 ribu per kg,” kata Abdul kepada hariankepri.com, Sabtu (20/1/2024) lalu.

Ia mengaku, ikan dingkis di bulan Febuari, harganya antara Rp 120 ribu sampai Rp 500 ribu per kilogram, tergantung ukuran. Lebih besar, maka akan lebih mahal.

“Tapi orang Tionghoa saja yang banyak membeli,” tutupnya. (sap)

Baca juga:  Pemprov Minta Perbankan Bantu Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini