Beranda Headline

Di Forum PBB, Ketua BPK RI Bahas Soal Strategi Pendanaan Pasca Covid-19

0
Ketua BPK RI, Isma Yatun saat memimpin pertemuan Panel Auditor Eksternal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-63 di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (21/11/2023)-f/istimewa-bpkri

NEW YORK (HAKA) – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun menekankan, pentingnya pengelolaan risiko yang efektif karena situasi konflik pasca Covid-19 dan tekanan inflasi serta mata rantai global.

Hal itu disampaikannya, di hadapan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres saat memimpin delegasi BPK sekaligus memimpin pertemuan Panel Auditor Eksternal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-63 di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (21/11/2023).

“Panel Auditor Eksternal mengharapkan adanya strategi pendanaan yang terstruktur dengan baik,” kata Ismi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guteres menyampaikan, bahwa PBB menghargai peran auditor eksternal dalam mengawal pengelolaan keuangan dan kinerja PBB.

Gueteres menyampaikan bahwa permasalahan pendanaan dan likuiditasnya adalah masalah yang penting dan kompleks.

“Untuk itu, PBB akan selalu berupaya memperbaiki kinerja dengan terus mengembangkan berbagai skenario untuk memastikan keberlanjutan pendanaan ke depannya,” ujarnya.

Pertemuan Panel Auditor Eksternal PBB kali ini bertajuk the 63rd Regular Session of the Panel of External Auditors of the United Nations, the Specialized Agencies and the International Atomic Energy Agency.

Pertemuan selama dua hari tersebut, diagendakan untuk membahas antara lain mengenai isu keuangan, manajemen, perubahan iklim serta digital yang sebelumnya telah dibahas pada acara diskusi tim teknis yang berlangsung pada 15-17 November 2023.

Dalam pertemuan itu, Panel Auditor Eksternal bersifat independen dari PBB dan memiliki forum yang mengadakan pertemuan tahunan secara reguler.

Anggota panel terdiri dari pimpinan lembaga pemeriksa atau Supreme Audit Institution (SAI) yang berasal dari 12 negara yang telah terpilih menjadi pemeriksa eksternal pada organisasi-organisasi PBB.

Selain Indonesia, 11 anggota panel dari 11 negara yaitu Kanada, Chili, Cina, Perancis, Jerman, India, Italia, Filipina, Russia, Swiss, dan Inggris.(kar)

Baca juga:  Kalahkan 2 Gubernur, Nurdin Basirun Jadi Inspiratif Bidang Kepemimpinan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini