Beranda Headline

Bapanas Naikkan HET Beras, Luki: Ini Pasti Berdampak ke Inflasi

0
Asisten II Pemprov Kepri, Luki Zaiman Prawira-f/zulfikar-hariankepri.com

TANJUNGPINANG (HAKA) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) sejak Jumat (7/6/2024) resmi menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, baik medium dan premium.

Penetapan itu tertuang dalam Peraturan Badan Pangan (Perbadan) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perbadan Nomor 7 tahun 2023 tentang HET beras, harga beras medium, dan beras premium diatur berdasarkan wilayah.

Dilansir dari salinan dokumen perbadan tersebut, saat ini harga HET beras medium di wilayah Kepri menjadi Rp 13.100 per kilogram, atau naik Rp 1.500 dari HET sebelumnya yakni sebesar Rp 11.500 per kg.

Sedangkan, untuk HET beras premium kini dijual dengan harga Rp 15.400 per kilogram, atau naik Rp 1000 dari HET sebelumnya yakni Rp 14.400 per kg.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, penyesuaian HET beras tersebut tidak terpisahkan dari upaya stabilisasi pasokan dan harga beras.

“Di mana kebijakan di hulu juga selaras dengan di hilirnya,” katanya, dilansir dari tempo.co, Senin (10/6/2024).

Sementara itu, Asisten II Setdaprov Kepri, Luki Zaiman Prawira mengatakan, kenaikan HET beras tersebut tentu akan berefek terhadap angka inflasi.

“Kenaikan HET itukan kebijakan dari Pemerintah dan itu berlaku secara nasional, dan efeknya pasti ke inflasi,” katanya, kepada hariankepri.com di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang.

Kendati demikian, sejauh ini Pemprov Kepri belum dapat memastikan persentase kenaikan angka inflasi sebagai dampak dari kenaikan HET beras tersebut.

“Karena banyak faktor yang memengaruhi inflasi kan. Selain beras dan bahan pokok lainnya. Dan mudah-mudahan (HET beras) ini tidak terlalu signifikan terhadap angka inflasi,” pungkasnya.(kar)

Baca juga:  Jelang Akhir Tahun, Isdianto Jamin Sembako Aman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini