Beranda Daerah Bintan

Atlet Peraih Medali Sea Games Asal Bintan Tak Diperhatikan, Sekarang Bela Papua

1
Atlet putri menembak Indonesia asal Kabupaten Bintan, Nourma Try Indriani, yang juga peraih medali perak dan perunggu di Sea Games tahun 2011, dan tahun 2022-f/istimewa-koleksi pribadi

BINTAN (HAKA) – Atlet menembak putri Indonesia asal Kabupaten Bintan, Nourma Try Indriani (34), pernah meraih medali pada kejuaraan menembak running target, tahun 2011 dan tahun 2022.

Kepada hariankepri.com, ia menceritakan bahwa dirinya mendapat medali perunggu kategori running target, mixed women individual nomor 10 meter pada Sea Games tahun 2011, di Palembang Sumatera Selatan.

Ia mengatakan, pernah membela Provinsi Papua, atas rekomendasi dari pelatih yang ada di Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB Perbakin) Pusat.

“Karena Dispora Provinsi Kepri waktu itu tidak ada respon saat saya ajukan proposal menjadi atlet menembak asal Kepri,” ucap Try, saat dijumpai di salah satu kedai kopi, Kelurahan Kijang, Bintan Timur (Bintim) beberapa waktu lalu.

Try juga masuk sebagai kontingen Indonesia untuk mengikuti kejuaraan dunia Sea Games tahun 2022, di Vietnam. Saat itu, dirinya memperoleh medali perak running target nomor 10 meter putri.

Try menerangkan bahwa dirinya tidak memiliki talenta menembak itu sebelumnya. Ia bercerita awal mula dirinya menjadi atlet menembak Indonesia.

“Saya tamat dari SMAN 1 Bintan Timur tahun 2008. Lalu, saya masuk kuliah di Universtitas Negeri Jakarta, Jurusan Pendidikan Pelatihan Olahraga,” tuturnya kepada hariankepri.com.

Saat dirinya masih semester 7 tepatnya awal tahun 2011, ada PB Perbakin membuka seleksi calon atlet menembak bagi mahasiswa-mahasiswi yang belum memiliki bakat itu.

Perekrutan pertama itu, sambung Try, dirinya lulus seleksi 10 besar putra-putri. Kemudian, ia kembali ikut seleksi tahap degradasi putri, dan Try lolos dua besar untuk kategori menembak running target untuk nomor satu jarak nomor 10 meter Sea Games.

“Akhirnya saya dididik oleh Pelatih Perbakin Pusat untuk persiapan menembak running target 10 meter putri di Sea Games tahun 2011,” terangnya.

Baca juga:  Masuk Pinang Tak Ada Dokumen, 20 Ekor Sapi Terancam Dikirim Balik ke Jambi

Hingga akhirnya, putri asal Kabupaten Bintan itu dapat mengharumkan Indonesia di kancah Asia Tenggara, dengan meraih medali perunggu dan perak.

Atas perolehan medai di tahun 2011 itu, lanjut Try menceritakan bahwa dirinya mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kepri saat dirinya pulang kampung di Kijang Kota, Kecamatan Bintim.

“Saya lulus kuliah tahun 2013, dan saya pulang dapat sambutan dari Pemerintah Provinsi Kepri saat itu,” tutur Try.

Ia pun sangat bangga dengan sambutan pemerintah itu, dengan harapan dirinya menjadi kontingen asal Kepri untuk mengikuti kejuaraan menembak pada PON XX, yang digelar di Papua.

Lalu ia mengajukan proposal ke Dispora Kepri untuk menjadi kontingen cabang olahraga (cabor) menembak. Namun, tidak ada balasan dari Pemprov hingga saat ini tanpa keterangan apapun.

“Lalu, pelatih dari Perbakin Pusat merekomendasikan saya untuk jadi perwakilan Papua. Sampai sekarang, saya masih terdaftar kontingen menembak dari Papua,” tuturnya.

Try menambahkan, dirinya ingin terlibat pengembangan pelatihan cabang olahraga menembak di wilayah Kepri. Namun, dirinya tidak mendapat tawaran dari pemerintah setempat.

“Saya pengen kali jadi pelatih atau pembina cabor menembak di Kepri,” pungkasnya. (rul)

1 KOMENTAR

  1. Pada saat dibutuhkan daerah merasa paling berhak atas atlet tersebut, sembari pura2 lupa kewajibannya, begitulah nasib atlet, wajar kalau mereka menentukan pilihannya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini