Tak Cukup Anggaran, Proyek Pelantar 1 dan 2 Disetop Pemprov

example banner

Share this:

Proyek pengembangan Pelantar 1 dan 2 di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (HAKA) – Rasionalisasi anggaran di APBD 2019 Pemprov Kepri, berdampak pada pembangunan proyek strategis lainnya. Salah satunya yakni lanjutan pekerjaan pengembangan pelabuhan Pelantar 1 dan 2, Kota Tanjungpinang, yang tidak dilanjutkan pada 2019 mendatang.

Loading...

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri TS Arif Fadillah mengatakan, tidak dilanjutkannya pekerjaan pengembangan Pelantar 1 dan 2 disebabkan, terbatasnya anggaran Pemprov Kepri di APBD 2019.

“2019, (pembangunan lanjutan Pelantar 1 dan 2) kita setop dulu. Karena masih banyak yang harus kita bangun,” ujarnya, Jumat (26/10/2018) akhir pekan lalu.

Awalnya Pemerintah Provinsi Kepri berencana di 2019 pekerjaan pengembangan Pelantar 1 dan 2 akan dilanjutkan dengan pekerjaan penyambungan Pelabuhan 1 dan 2. Tujuannya untuk mengurai kemacetan di kawasan Kota Lama.

Sebagai gantinya kata dia, di 2019 nanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri hanya akan melakukan pengadaan tiga unit crane untuk mempermudah dan mempercepat aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan itu.

Crane itu nantinya akan ditempatkan di pelabuhan, yang berfungsi untuk mengangkut barang muatan dari kapal ke mobil pengangkut.

“Buruh nanti hanya tinggal menunggu di pelabuhan dan di mobil saja. Tak perlu lagi naik ke kapal lagi. Jadi makin cepat kerja mereka,” jelasnya.

Arif juga menyatakan, meskipun kelanjutan pembangunan pengembangan Pelantar 1 dan 2 harus terhenti di 2019 nanti.

Namun, hasil pembangunan yang dilakukan di 2018 ini dinilai sudah cukup memberikan banyak manfaat untuk aktivitas bongkar muat di kawasan itu.

“Dari (awalnya) lima kapal berlapis dan harus menunggu giliran selama beberapa hari. Sekarang lima kapal sudah bisa sekaligus bersandar. Sudah kita uji coba kemarin,” pungkasnya.

Sepanjang pantauan Senin (29/10/2018) kemarin. Pekerjaan yang dimulai pada Februari lalu itu hampir sepenuhnya rampung.

Selain itu, para pengusaha kapal dan buruh juga telah memanfaatkan pelabuhan tersebut. Bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, perluasan badan pelabuhan itu membuat aktivitas bongkar muat di kawasan itu yang sebelumnya terlihat semrawut kini lebih tertata rapi. Selain itu, pengemudi truk juga menjadi lebih mudah untuk memutar kendaraannya.

Sebagaimana diketahui, pekerjaan pengembangan Pelantar 1 dan 2 sudah dimulai sejak akhir 2017 lalu itu dengan pekerjaan berupa pemasangan tiang pancang untuk struktur awal pengembangan pelabuhan tersebut. Pekerjaan itu sendiri menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar.

Kemudian, pada APBD 2018 Pemprov Kepri menganggarkan Rp 29 miliar untuk melanjutkan pekerjaan pengembangan Pelantar 1 dan 2. Adapun jenis pengerjaan yang dilakukan yakni perluasan bangunan pelabuhan. Dengan lebar 10 meter dan panjang 206 meter.(kar)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan